Jakarta, HarianJabar.com – Laporan terbaru dari Economist Intelligence Unit (EIU) bertajuk Global Liveability Index 2025 resmi dirilis. Hasil survei tahunan ini menilai kualitas hidup di berbagai kota dunia berdasarkan lima kategori: stabilitas, layanan kesehatan, pendidikan, budaya-lingkungan, dan infrastruktur.
Hasilnya? Kopenhagen (Denmark) dinobatkan sebagai kota paling layak huni di dunia, menggusur Wina (Austria) yang sebelumnya bertahun-tahun mendominasi puncak daftar.
Namun, yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia adalah: apakah ada kota di Indonesia yang masuk dalam daftar ini? Sayangnya, belum ada.
Daftar 10 Kota Paling Layak Dihuni di Dunia 2025
Berikut ini adalah 10 besar kota paling layak dihuni versi EIU:
- Kopenhagen, Denmark
- Wina, Austria
- Zurich, Swiss
- Melbourne, Australia
- Jenewa, Swiss
- Sydney, Australia
- Osaka, Jepang
- Auckland, Selandia Baru
- Adelaide, Australia
- Vancouver, Kanada
Kopenhagen mendapatkan skor hampir sempurna dalam aspek stabilitas, pendidikan, dan infrastruktur. Kota ini juga terkenal akan kualitas hidup yang tinggi, tata kelola lingkungan yang baik, transportasi umum efisien, serta tingkat kebahagiaan warganya yang tinggi.
Penilaian EIU: Apa yang Dinilai?
Lima indikator utama yang menjadi dasar penilaian EIU adalah:
- Stabilitas Politik & Sosial (25%)
- Layanan Kesehatan (20%)
- Budaya & Lingkungan (25%)
- Pendidikan (10%)
- Infrastruktur (20%)
Setiap kota dinilai dalam skala 0–100 pada setiap kategori. Kopenhagen berhasil meraih nilai total 98 poin, menjadikannya kota terbaik secara keseluruhan untuk ditinggali tahun ini.
Bagaimana dengan Asia? Apakah Ada Kota dari Indonesia?
Satu-satunya kota di Asia yang masuk daftar adalah Osaka (Jepang), yang duduk di peringkat ke-7 bersama Auckland. Osaka dikenal dengan kebersihan, keamanan, dan kemajuan teknologinya — serta layanan transportasi umum yang sangat efisien.
Indonesia belum berhasil masuk ke dalam daftar 10 besar.
Meski kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta mulai menunjukkan kemajuan, namun masih banyak tantangan yang menghambat daya saing global, seperti:
- Polusi udara dan sampah
- Kemacetan dan transportasi publik yang belum optimal
- Ketimpangan layanan kesehatan dan pendidikan
- Infrastruktur belum merata
- Ancaman banjir dan tata ruang yang belum ideal
Kota di Indonesia Punya Peluang?
Meskipun belum masuk daftar, kota-kota besar di Indonesia punya potensi. Program smart city, pengembangan transportasi massal (MRT, LRT, BRT), peningkatan ruang terbuka hijau, dan reformasi birokrasi daerah bisa menjadi fondasi untuk mendongkrak kualitas hidup warganya.
Jika pembangunan dilakukan secara konsisten dan inklusif, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menembus daftar Global Liveability Index dalam beberapa tahun mendatang.
- Kopenhagen menjadi kota paling layak huni tahun 2025 berkat stabilitas, layanan publik unggul, dan kualitas lingkungan.
- Australia dan Swiss mendominasi daftar dengan lebih dari satu kota.
- Osaka menjadi satu-satunya wakil Asia.
- Indonesia belum masuk, tapi peluang tetap terbuka jika pembangunan kota dilakukan secara berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas hidup.
