Jakarta, 21 Juli 2025 — Di tengah gejolak ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, Indonesia justru menunjukkan arah pembangunan yang semakin optimistis. Dalam pidatonya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Minggu malam (20 Juli 2025), Presiden Prabowo Subianto membeberkan sejumlah capaian strategis yang menandai pergeseran penting dalam peta pembangunan nasional.
Dua hal utama yang menjadi sorotan dunia internasional adalah:
- Tercapainya target investasi nasional lebih cepat dari proyeksi, dan
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menuai pujian dari berbagai negara serta lembaga dunia.
1. Investasi Lampaui Target, Ekonomi Bergerak Positif
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa target investasi tahun 2025 telah resmi tercapai di bulan Juli, empat bulan lebih awal dari yang diperkirakan dalam postur APBN 2025. Capaian ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi menarik bagi investor domestik maupun asing, bahkan di tengah tekanan geopolitik dan perlambatan global.
“Alhamdulillah, target investasi kita tahun ini sudah tercapai di bulan Juli. Ini bukan hanya angka, tapi juga cerminan kepercayaan dunia terhadap ekonomi Indonesia,” kata Presiden dalam pidatonya.
Menurut data dari Kementerian Investasi/BKPM, sebagian besar investasi masuk ke sektor infrastruktur, energi baru dan terbarukan, manufaktur hijau, serta sektor digital dan UMKM. Kawasan-kawasan di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara pun mengalami peningkatan realisasi investasi yang cukup tajam, mendekati rasio 35% dari total realisasi nasional.
2. Danantara, Instrumen Strategis Lindungi Masa Depan
Salah satu faktor pendukung capaian ini adalah operasionalisasi lembaga Danantara, Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Indonesia yang bertugas mengelola aset negara untuk jangka panjang. Danantara memainkan peran penting dalam mengelola dana investasi, menjaga stabilitas fiskal, dan mendanai proyek-proyek strategis nasional dengan model kemitraan jangka panjang.
“Danantara akan jadi tabungan jangka panjang bangsa ini. Kita harus siapkan masa depan, bukan hanya untuk 5 tahun ke depan, tapi 50 tahun ke depan,” ujar Prabowo.
Lembaga ini mendapat pengakuan dari beberapa mitra global, termasuk United Arab Emirates Investment Authority, dan sedang menjajaki kerja sama strategis dengan investor hijau dari Eropa dan Jepang.
3. Program Makan Bergizi Gratis: Sorotan Dunia
Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan secara nasional sejak awal tahun 2025 juga menjadi sorotan dunia. Didesain untuk menjangkau anak-anak sekolah, balita, dan ibu hamil, program ini saat ini telah menjangkau lebih dari 6,3 juta penerima manfaat.
Target pemerintah hingga akhir 2025 adalah meningkatkan cakupan hingga 25 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Layanan ini disalurkan melalui lebih dari 2.100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Organisasi seperti UNICEF, FAO, hingga ASEAN Health Council menyatakan bahwa skala dan model implementasi Program MBG Indonesia patut dicontoh oleh negara-negara berkembang lainnya, karena tidak hanya menjawab kebutuhan nutrisi, tapi juga memperkuat rantai pasok pangan lokal dan membuka lapangan kerja baru.
4. Efek Langsung Program MBG: Lebih dari Sekadar Makanan
Efek domino dari program MBG bukan hanya dari sisi kesehatan. Laporan Badan Gizi Nasional menunjukkan bahwa:
- Angka partisipasi sekolah dasar dan PAUD meningkat 13% di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),
- Prevalensi stunting menurun sebesar 1,8% dalam 6 bulan terakhir, dan
- Petani lokal, UMKM katering, hingga ibu rumah tangga mendapatkan tambahan penghasilan karena terlibat dalam rantai pasok program.
Salah satu contoh keberhasilan datang dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, di mana 85% menu makanan bergizi disuplai dari hasil tani dan kebun lokal.
“Kami tidak hanya memberi makan sehat, tapi menggerakkan ekonomi desa,” ujar Kepala Dinas Sosial Bone.
5. Apresiasi Dunia dan Pengakuan Global
Presiden menyebut bahwa program MBG telah menarik perhatian negara sahabat. Sejumlah delegasi dari Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah bahkan telah melakukan studi banding langsung ke beberapa titik pelaksanaan MBG.
“Saya baru dari pertemuan ASEAN. Banyak pemimpin negara bertanya: bagaimana Indonesia bisa menjalankan program sebesar ini dengan efisien dan tepat sasaran? Saya jawab: karena niat kita ikhlas dan kita kerja serius,” ujar Prabowo, disambut tepuk tangan peserta kongres.
Indonesia Menunjukkan Arah Baru Pembangunan
Dengan keberhasilan investasi yang melebihi target dan program sosial seperti MBG yang mendapatkan pujian internasional, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat dapat berjalan beriringan.
Pemerintah menekankan bahwa fokus pembangunan kini bukan hanya pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi pada kualitas hidup rakyat, ketahanan jangka panjang, dan keadilan sosial.
“Kita tidak ingin rakyat hanya menjadi penonton. Kita ingin mereka ikut menikmati, ikut memiliki. Karena kekayaan bangsa ini milik seluruh rakyat Indonesia,” tutup Presiden Prabowo dengan tegas.
