Deir al-Balah, Gaza – 22 Juli 2025 Serangan darat intensif kembali mengguncang Jalur Gaza. Kali ini, wilayah Deir al-Balah di Gaza Tengah menjadi sasaran gempuran kendaraan tempur Israel pada Senin malam (21/7). Menurut laporan otoritas sipil setempat dan sumber medis, sedikitnya tiga warga sipil dilaporkan tewas, termasuk satu anak-anak, dan satu masjid rata dengan tanah akibat serangan tank dan artileri berat.
Laporan dari jurnalis lokal menyebutkan bahwa tank-tank Israel bergerak masuk ke daerah pemukiman padat di Deir al-Balah dan melakukan tembakan bertubi-tubi ke arah bangunan yang diduga menjadi tempat berlindung warga. Di antara bangunan yang hancur parah adalah sebuah masjid tua yang menjadi pusat aktivitas keagamaan warga selama puluhan tahun.
“Masjid itu tempat kami berlindung, berdoa, bahkan menyimpan bantuan kemanusiaan. Sekarang hanya puing-puing dan debu,” kata Fadwa Al-Khatib, seorang warga setempat yang berhasil selamat.
Situasi Kemanusiaan Makin Memburuk
Serangan di Deir al-Balah memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza yang selama berbulan-bulan terakhir sudah berada dalam krisis. Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di wilayah tersebut menyatakan telah menerima korban luka dalam kondisi kritis, termasuk dua anak-anak yang mengalami cedera berat akibat serpihan peluru tank.
Sementara itu, Layanan Darurat Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan kesulitan mengevakuasi korban karena area sekitar masjid masih berada dalam pengawasan ketat pasukan Israel.
“Kami menghadapi risiko besar saat masuk ke zona merah, karena tank masih siaga. Tapi kami harus selamatkan mereka,” ujar salah satu petugas medis.
Respons Internasional dan Kecaman
Serangan ini memicu kecaman dari sejumlah lembaga kemanusiaan internasional yang menilai hancurnya tempat ibadah sebagai bentuk pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. Amnesty International dan Human Rights Watch telah menyerukan investigasi independen atas insiden tersebut.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa mereka menargetkan lokasi yang “diduga digunakan oleh kelompok militan untuk menyembunyikan senjata dan merencanakan serangan”. Namun, hingga kini belum ada bukti visual atau independen yang mengonfirmasi klaim tersebut.
Masjid Sebagai Simbol dan Tempat Perlindungan
Masjid yang hancur akibat serangan tank ini bukan hanya bangunan tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai titik distribusi bantuan dan tempat pengungsian sementara bagi warga yang kehilangan rumah akibat serangan sebelumnya.
Para tokoh masyarakat menyebut penghancuran masjid ini sebagai “titik pilu” baru dalam konflik yang terus berlangsung, menandakan semakin menipisnya ruang aman bagi warga sipil di Gaza.
“Kami tidak punya tempat aman lagi. Rumah, sekolah, masjid, semuanya jadi sasaran,” kata Abu Khaled, tokoh masyarakat Deir al-Balah.
Gaza Masih Berdarah
Dengan terus berlangsungnya serangan darat dan udara di berbagai titik Gaza, termasuk Rafah, Khan Younis, dan kini Deir al-Balah, jumlah korban jiwa terus bertambah. PBB mencatat lebih dari 70% korban konflik adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Deir al-Balah masih mencekam. Asap masih mengepul dari reruntuhan masjid, dan warga yang selamat terus dievakuasi ke lokasi yang dianggap relatif aman, meski faktanya tak ada lagi tempat yang benar-benar aman di Gaza.
