Jakarta, HarianJabar.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, dengan tegas mengecam komunitas internasional yang dinilai menutup mata terhadap situasi kelaparan parah di Jalur Gaza. Guterres menyebut hambatan terhadap akses kemanusiaan sebagai bentuk krisis moral yang menghancurkan.
Krisis Pangan Makin Parah
Menurut data terakhir dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sekitar 470 ribu orang di Gaza menghadapi kelaparan katastropal (IPC Fase 5), termasuk lebih dari separuh anak-anak dalam kategori sangat rentan.
OCHA menyebut bahwa 100% populasi Gaza kini berada di ambang krisis pangan akut akibat blokade dan pemutusan suplai yang berlangsung lebih dari 70 hari.
Guterres: Kelaparan Bukan Kebetulan, Tetapi Dibuat Secara Sengaja
Dalam pernyataannya, Guterres menyatakan bahwa kelaparan di Gaza tidak terjadi secara kebetulan. Justru, kebijakan penghalangan bantuan kemanusiaan disebut sebagai “starvation as a method of war” — kelaparan yang dijadikan alat.
Bantuan Terhambat, Jutaan Mengalami Malnutrisi
Philippe Lazzarini, Kepala UNRWA (Agensi PBB untuk Pengungsi Palestina), memperingatkan bahwa blokade yang terus dijalankan oleh Israel telah menyebabkan penutupan jalur supplay makanan dan medis. Ia menyebut ini sebagai bentuk “weaponisation of food”.
Lebih dari 45 staf UNICEF dan petugas medis di Gaza dilaporkan pingsan akibat kelaparan, sementara puluhan ribu anak menderita malnutrisi akut.
Tekanan Global Memuncak
Sejumlah negara Eropa — termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman — mendesak Israel segera membuka akses penuh bantuan kemanusiaan dan menyerukan gencatan senjata. Mereka mengecam bahwa kelaparan di Gaza merupakan “kejahatan kemanusiaan” dan bahkan bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hukum perang.
Sementara itu, lembaga bantuan internasional juga mengingatkan bahwa sistem distribusi bantuan alternatif yang dibuat oleh pihak luar — seperti Gaza Humanitarian Foundation — bahkan telah menyebabkan lebih dari 1.000 warga sipil tewas saat berusaha mengakses bantuan.
Sudut Pandang: Kelaparan Sebagai Kegagalan Kemanusiaan Global
Kegagalan komunitas internasional untuk bertindak telah memicu krisis moral global. Ketika negara-negara berdiam dan membiarkan orang mati akibat kelaparan terstruktur, hal tersebut mencoret nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar tatanan PBB dan norma internasional.
Guterres menegaskan bahwa lebih dari sekadar retorika diplomatik dibutuhkan—tindakan nyata harus dilakukan sekarang untuk membuka akses penuh bantuan dan menghentikan penderitaan rakyat Gaza.
