Jakarta, HarianJabar.com – Bank DBS Indonesia merilis laporan riset terbaru bertajuk “New Realities, New Possibilities”, yang mengungkapkan tiga fokus utama dunia bisnis Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Riset ini melibatkan lebih dari 800 eksekutif keuangan seperti CFO dan Corporate Treasurer dari berbagai sektor di Asia.
Laporan ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia kini semakin adaptif terhadap tantangan ekonomi, dengan menempatkan efisiensi biaya, keberlanjutan, dan manajemen keuangan sebagai kunci pertahanan utama mereka.
Tiga Fokus Strategis Dunia Usaha
- Optimalisasi Biaya Modal
Mayoritas responden Indonesia (80%) memprioritaskan efisiensi dan pengelolaan biaya modal. Strategi ini menjadi penting dalam menghadapi dampak dari inflasi tinggi, kenaikan suku bunga global, serta ketidakstabilan nilai tukar. - Peningkatan Komitmen ESG
Sebanyak 78% pelaku usaha menilai aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian penting dalam strategi bisnis. Selain untuk memenuhi tuntutan investor dan regulasi, ESG kini menjadi tolok ukur reputasi perusahaan. - Penguatan Fungsi Treasury
Fokus lainnya adalah penguatan fungsi kebendaharaan (76%) guna mengelola arus kas, likuiditas, dan risiko. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen keuangan internal semakin menjadi perhatian utama di tengah ketidakpastian global.
Tantangan Global Dorong Inovasi
Head of Global Transaction Services DBS Indonesia, Yuliana Agung, menekankan bahwa pelaku bisnis kini harus lebih responsif dan adaptif terhadap gangguan global, seperti ketegangan geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi rantai pasok.
“Pengadopsian teknologi seperti AI dan otomatisasi cerdas menjadi solusi yang semakin diminati. Selain memperkuat efisiensi, teknologi juga mempercepat pengambilan keputusan,” jelas Yuliana.
Masa Depan Bisnis Lebih Berkelanjutan
Riset DBS juga merekomendasikan perusahaan untuk:
- Mengadopsi AI dan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan.
- Menyusun strategi ESG yang lebih terukur dan berkelanjutan.
- Melakukan diversifikasi sumber pendanaan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dalam lanskap bisnis yang terus berubah, perusahaan di Indonesia dituntut untuk tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang dan efisiensi struktural. Temuan riset DBS ini menjadi referensi penting bagi para pengambil keputusan dalam menavigasi masa depan ekonomi yang lebih resilien.
