Bandung, Harianjabar.com — Sebuah video yang memperlihatkan aksi Dedi Mulyadi menegur sekelompok siswa SMA yang berkendara tanpa helm di kawasan Bandung, viral di media sosial sejak Selasa (29/7/2025). Aksi tersebut menuai berbagai respons dari warganet dan masyarakat, yang sebagian besar mendukung langkah tegas mantan Bupati Purwakarta itu.
Dalam video berdurasi sekitar dua menit, tampak Dedi menghentikan rombongan siswa yang sedang berboncengan motor tanpa memakai helm, sebagian bahkan berboncengan tiga. Dedi kemudian menanyakan asal sekolah mereka dan memberikan nasihat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
“Kalau begini bukan hanya melanggar aturan, tapi bisa hilang nyawa. Orang tua kalian pasti sedih kalau terjadi apa-apa,” ujar Dedi dengan tegas namun tetap bersahabat.
Teguran Disampaikan Secara Edukatif
Dedi Mulyadi dikenal kerap turun langsung menegur pelanggaran di lapangan, namun selalu dengan pendekatan edukatif. Dalam insiden ini, ia meminta para siswa tidak hanya mengutamakan gaya, tetapi juga sadar akan risiko berkendara.
“Pakai helm itu bukan karena takut polisi, tapi sayang nyawa,” tambahnya.
Reaksi Warganet dan Dinas Terkait
Video ini cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna memuji sikap Dedi yang dianggap peduli terhadap keselamatan remaja.
Dinas Pendidikan Jawa Barat pun memberikan tanggapan. Kepala Disdik Jabar mengatakan pihak sekolah dan orang tua harus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam hal penggunaan kendaraan bermotor.
“Ini menjadi pengingat bersama. Anak-anak di bawah umur belum seharusnya mengendarai motor, apalagi tanpa helm,” ujarnya.
Imbauan Keselamatan
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pelajar dan orang tua, agar menaati aturan lalu lintas. Kepemilikan SIM, penggunaan helm, dan etika berkendara harus dipahami sejak dini demi mencegah kecelakaan lalu lintas.
