London, Inggris, Harianjabar.com — Gelombang dukungan internasional terhadap Palestina semakin meluas. Setelah Prancis membuka wacana pengakuan resmi terhadap negara Palestina, kini Inggris dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah serupa. Hal ini menandai babak baru dalam dinamika diplomasi global yang berkaitan dengan konflik Israel–Palestina.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Inggris dalam sebuah forum parlemen, di mana ia menegaskan bahwa pemerintah Inggris “tidak lagi dapat mengabaikan aspirasi rakyat Palestina untuk hidup dalam negara merdeka yang diakui secara internasional.”
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
“Pengakuan terhadap negara Palestina bukan hanya simbolik, tetapi bagian dari solusi dua negara yang adil dan langgeng,” ujar sang menteri, seperti dikutip dari The Guardian.
Langkah Inggris ini menyusul seruan sejumlah negara Eropa lainnya, termasuk Spanyol, Irlandia, Norwegia, dan baru-baru ini Prancis, yang menyatakan dukungan terbuka terhadap pembentukan negara Palestina dalam kerangka hukum internasional.
Meski belum menetapkan tenggat waktu resmi, sinyal kuat dari pemerintah Inggris telah memicu respons beragam. Sejumlah anggota parlemen menyambutnya sebagai langkah berani menuju perdamaian, sementara pihak oposisi dan kelompok pro-Israel menyatakan keprihatinan atas kemungkinan dampak diplomatik terhadap hubungan Inggris–Israel.
Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, menyambut baik sikap ini dan menyebutnya sebagai “langkah moral dan politis yang telah lama dinanti.”
“Ini bukan hanya soal pengakuan simbolis, tetapi tentang mengakui hak rakyat Palestina untuk merdeka, aman, dan bermartabat,” kata Zomlot dalam wawancara dengan media lokal.
Sebaliknya, pemerintah Israel menyampaikan protes diplomatik dan menyebut rencana tersebut dapat memperburuk ketegangan di kawasan. Namun tekanan internasional agar penyelesaian damai dicapai melalui pendekatan multilateral semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di tengah meningkatnya kekerasan di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Langkah Inggris, jika terealisasi, diprediksi akan memperkuat posisi Palestina dalam berbagai forum internasional, termasuk PBB. Para pengamat menilai, perubahan sikap negara-negara Barat bisa menjadi penentu arah baru dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade ini.
