Jakarta, HarianJabar.com — Fenomena pengibaran bendera bajak laut ala anime One Piece yang sempat ramai di media sosial belakangan ini menjadi sorotan publik, termasuk kalangan legislatif. Wakil rakyat di DPR RI menilai tindakan tersebut berpotensi menimbulkan keresahan dan memicu perpecahan di tengah masyarakat, terutama jika dimaknai di luar konteks hiburan.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi, menegaskan bahwa simbol-simbol asing yang diangkat secara masif dan tanpa penjelasan dapat menimbulkan kesalahpahaman. Terlebih, jika simbol tersebut dikaitkan dengan gerakan separatisme atau ideologi tertentu yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
www.service-ac.id
“Kami tidak ingin overreacting, tapi jangan juga permisif. Apalagi kalau simbol tersebut digunakan dalam konteks yang bisa memicu provokasi atau menyulut perpecahan,” dalam keterangan tertulisnya, Jum'at (1/8/2025).
Sebelumnya, viral video sekelompok orang yang mengibarkan bendera Jolly Roger—ikon bajak laut dalam anime One Piece—di sebuah tempat umum, lengkap dengan atribut khas kru bajak laut Topi Jerami. Meski banyak yang menganggapnya sebagai bentuk ekspresi kecintaan terhadap budaya pop Jepang, sebagian pihak justru menilai aksi tersebut tidak tepat dilakukan dalam konteks sosial-politik Indonesia.
Simbol Hiburan yang Perlu Konteks
Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa penggunaan simbol budaya pop seperti bendera bajak laut perlu ditempatkan pada ruang yang tepat.
“Konteks sangat penting. Kalau dilakukan di acara cosplay atau komunitas fans, itu tidak masalah. Tapi jika dibawa ke ruang publik tanpa penjelasan, apalagi dikaitkan dengan ideologi atau narasi perlawanan, bisa jadi persoalan serius,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mengimbau agar masyarakat bijak dalam mengekspresikan hobi atau kecintaan terhadap budaya asing, tanpa mengabaikan nilai-nilai kebangsaan.
