Palembang, HarianJabar.com 2 Agustus 2025 — Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang pria berinisial RA, yang dikenal sebagai salah satu “crazy rich” dari Sumatera Selatan. Penangkapan dilakukan secara senyap di kawasan elite Palembang setelah penyelidikan intensif selama beberapa bulan. RA diduga kuat menjadi otak di balik jaringan narkotika kelas atas yang beroperasi lintas provinsi.
Dikenal sebagai pengusaha properti dan tambang, RA selama ini tampil glamor di media sosial dan kerap menghadiri acara sosial kelas atas. Namun, di balik gaya hidup mewahnya, BNN menyebut RA terlibat dalam pendanaan dan distribusi narkoba jaringan internasional.

Penangkapan Senyap, Disita Barang Bukti Miliaran Rupiah
Tim BNN menggerebek kediaman RA dan beberapa lokasi lain yang terafiliasi dengannya. Dalam operasi tersebut, petugas menyita:
- Narkotika jenis sabu dan ekstasi dalam jumlah besar
- Senjata api ilegal
- Uang tunai ratusan juta rupiah
- Mobil mewah dan aset properti bernilai tinggi
Kepala BNN RI menyatakan bahwa RA selama ini menggunakan status sosial dan bisnis legal sebagai kedok untuk menyamarkan transaksi gelap.
“Ini bukan pengedar kecil. Ini level finansier. Orang ini mendanai dan mengatur distribusi narkotika besar-besaran,” ujar Komjen Marthinus Hukom.
Operasi Terkait Jaringan Internasional
BNN bekerja sama dengan Interpol dan Bea Cukai untuk melacak asal muasal logistik narkoba yang masuk ke Sumsel. RA diduga terhubung dengan jaringan dari Malaysia dan Thailand, dan menggunakan jalur laut untuk menyelundupkan barang haram tersebut.
Ancaman Hukuman Berat Menanti
RA kini ditahan dan dikenakan Pasal 114 dan 132 UU Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati. BNN juga akan menelusuri aliran dana dan membekukan aset yang diduga berasal dari kejahatan.
