Bandung, 2 Agustus 2025 — Polisi akhirnya mengungkap motif di balik penusukan tragis seorang remaja pria berusia 17 tahun yang ditemukan tewas di kawasan Antapani, Kota Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku, peristiwa berdarah itu diduga dipicu oleh perselisihan terkait hubungan asmara.
Korban berinisial MFA ditusuk pada Jumat malam oleh tersangka berinisial RA (16), yang diketahui mengenal korban melalui lingkungan pergaulan yang sama. Penusukan terjadi di area publik, dan sempat menggegerkan warga sekitar.

Cinta Segitiga Berujung Petaka
Kapolsek Antapani, Kompol Yudi Santoso, menyatakan bahwa pelaku merasa tersinggung dan cemburu karena korban diduga menjalin kedekatan dengan mantan pacarnya.
“Motif awal diduga cemburu dan persoalan pribadi. Pelaku dan korban saling mengenal,” ujar Kompol Yudi dalam keterangan pers.
Pelaku disebut telah membawa pisau sejak sore hari dan sengaja menemui korban. Percekcokan terjadi, hingga akhirnya pelaku menusuk korban di bagian dada.
Pelaku Langsung Ditangkap, Polisi Amankan Barang Bukti
Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri namun berhasil diamankan beberapa jam kemudian. Polisi menyita pisau lipat yang digunakan serta pakaian korban yang berlumuran darah.
RA kini diamankan di Unit Perlindungan Anak dan Remaja (PPA) Polrestabes Bandung dan dijerat Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak jo Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Psikolog: Remaja Perlu Bimbingan Emosional
Menanggapi kasus ini, psikolog anak dan remaja menilai bahwa kontrol emosi, pendidikan relasi sehat, dan bimbingan dari keluarga sangat penting dalam mencegah kekerasan antar remaja.
