Jakarta — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa partainya membutuhkan kader yang bekerja nyata untuk rakyat, bukan sekadar pandai beretorika. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam forum internal partai yang dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan daerah.
Dalam arahannya, Megawati mengingatkan para kader PDIP agar tidak hanya terjebak pada kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga mampu menunjukkan kinerja konkret. Menurutnya, kemampuan retorika tanpa diiringi tindakan nyata tidak akan membawa manfaat bagi partai maupun masyarakat.
“Saya tidak butuh kader yang cuma bisa bicara manis atau pandai menyusun kata-kata. Saya butuh kader yang mau turun ke lapangan, merasakan apa yang rakyat rasakan, dan mencari solusi nyata untuk mereka,” tegas Megawati.
Ia menambahkan, seorang kader PDIP harus memiliki komitmen kuat pada ideologi partai serta berani menghadapi tantangan politik dengan integritas. Megawati juga menekankan pentingnya membangun hubungan langsung dengan masyarakat, bukan hanya melalui media atau forum formal.
Megawati menilai, di era sekarang, godaan pencitraan di media sosial dan panggung politik membuat sebagian orang lebih mementingkan penampilan dibandingkan kerja nyata. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa citra baik akan terbangun secara otomatis jika seorang kader bekerja tulus untuk rakyat.
Selain itu, Presiden kelima Republik Indonesia tersebut mengajak seluruh kader untuk kembali menghayati nilai-nilai perjuangan PDIP yang berakar pada ideologi Pancasila. Menurutnya, pengabdian kepada rakyat harus menjadi orientasi utama, bukan sekadar ambisi pribadi atau kepentingan sesaat.
“Ingat, rakyat tidak butuh janji. Mereka butuh bukti,” kata Megawati.
Pernyataan Megawati ini dipandang sebagai sinyal kuat bagi para kader yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Ia berharap seluruh struktur partai dapat bersinergi untuk memenangkan hati rakyat melalui kerja nyata dan konsistensi perjuangan.
