Washington D.C., HarianJabar.com 7 Agustus 2025 — Insiden mengejutkan terjadi di salah satu markas militer Amerika Serikat, ketika seorang personel militer menembak lima rekan sejawatnya pada Rabu malam waktu setempat. Peristiwa ini kembali memantik kekhawatiran akan isu kesehatan mental dan pengawasan senjata di lingkungan militer.
Kejadian terjadi di Fort Liberty, North Carolina, salah satu pangkalan militer aktif terbesar di AS. Menurut pernyataan resmi dari Departemen Pertahanan, pelaku adalah anggota aktif Angkatan Darat yang diduga mengalami tekanan psikologis sebelum insiden berlangsung.
5 Orang Terluka, 2 di Antaranya Kritis
Lima korban luka telah dilarikan ke rumah sakit militer terdekat. Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif. Ketiga lainnya mengalami luka tembak ringan hingga sedang dan diperkirakan akan pulih.
Juru bicara militer, Kolonel James Anderson, menyampaikan bahwa pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan setelah kejadian berlangsung selama kurang dari 10 menit.

“Ini adalah tragedi internal yang tidak kami duga. Kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memahami motif pelaku,” ujarnya.
Motif Masih Didalami, Indikasi Tekanan Mental
Meski belum ada kesimpulan resmi, beberapa sumber internal menyebut bahwa pelaku sempat menunjukkan tanda-tanda stres berat dalam beberapa pekan terakhir. Rekan-rekan pelaku juga menyatakan bahwa ia pernah meminta cuti karena alasan pribadi, namun tidak pernah menjelaskan secara rinci.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan bersenjata di dalam lingkungan militer AS, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dikaitkan dengan masalah kesehatan mental, tekanan kerja, hingga akses senjata di area sensitif.
Penyelidikan dan Prosedur Keamanan Dievaluasi
Departemen Pertahanan kini tengah bekerja sama dengan FBI dan otoritas lokal untuk menyelidiki insiden ini. Protokol keamanan internal di pangkalan militer tersebut juga tengah dievaluasi ulang.
“Kami sedang meninjau semua sistem pengawasan dan prosedur pengamanan personel bersenjata, untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Sekretaris Angkatan Darat AS dalam keterangan pers.
Publik dan Keluarga Korban Menanti Jawaban
Keluarga korban dan masyarakat luas menantikan penjelasan lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana tragedi ini bisa terjadi di lingkungan yang seharusnya paling terkontrol dari sisi keamanan.
Presiden AS disebut telah mendapat laporan langsung dari Pentagon, dan menyatakan keprihatinannya, serta memerintahkan agar keluarga korban mendapatkan dukungan penuh, baik secara medis maupun psikologis.
