Ghana, HarianJabar.com – 7 Agustus 2025 — Duka menyelimuti Ghana setelah dua menteri kabinet tewas dalam kecelakaan helikopter tragis pada Selasa sore waktu setempat. Helikopter yang mereka tumpangi jatuh di wilayah terpencil di bagian utara Ghana, menewaskan seluruh penumpang termasuk Menteri Pembangunan Infrastruktur dan Menteri Energi.
Kedua menteri yang tewas dalam kecelakaan tersebut adalah Kwame Ofori, Menteri Pembangunan Infrastruktur, dan Ama Kusi Boateng, Menteri Energi — dua tokoh penting dalam pemerintahan Presiden Nana Kwesi Addo yang tengah mengawasi proyek strategis nasional.
Helikopter Jatuh Saat Tugas Pemerintahan
Menurut keterangan resmi dari Kantor Presiden, kedua menteri tengah melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau pembangunan proyek energi baru di wilayah Upper West ketika helikopter mereka dilaporkan hilang kontak.
Tim SAR militer menemukan puing-puing helikopter beberapa jam kemudian dalam kondisi hangus terbakar di area hutan terpencil. Seluruh penumpang, termasuk pilot dan satu staf teknis, dinyatakan meninggal dunia di tempat.

“Ini adalah tragedi nasional yang sangat menyakitkan. Ghana kehilangan dua pemimpin berdedikasi,” ujar Presiden Kwesi Addo dalam pernyataan berkabung resminya yang disiarkan langsung televisi nasional.
Penyebab Masih Diselidiki
Otoritas penerbangan Ghana telah memulai penyelidikan untuk mengungkap penyebab jatuhnya helikopter. Cuaca buruk dan kemungkinan gangguan teknis menjadi dua dugaan utama yang tengah ditelusuri.
Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Ghana, Emmanuel Kojo, menyebutkan bahwa helikopter yang digunakan adalah jenis Bell 412, buatan Amerika, dan dinyatakan layak terbang sebelum lepas landas.
“Kami akan bekerja sama dengan tim forensik dan teknis internasional untuk menemukan penyebab pasti kecelakaan,” katanya.
Reaksi Nasional dan Internasional
Warga Ghana tampak berduka, dengan ribuan ucapan belasungkawa membanjiri media sosial dan saluran berita lokal. Banyak yang mengenang kiprah kedua menteri sebagai figur reformis dan pekerja keras.
Pemerintah Ghana menetapkan tiga hari berkabung nasional, dengan bendera diturunkan setengah tiang di seluruh gedung pemerintahan. Sejumlah negara sahabat, termasuk Nigeria, Afrika Selatan, dan Inggris telah menyampaikan simpati resmi.
Dampak Politik dan Kabinet
Kematian mendadak dua menteri kunci ini dipastikan akan mengguncang dinamika kabinet. Keduanya dikenal sebagai arsitek utama dalam proyek pembangunan infrastruktur dan transisi energi Ghana, yang menjadi agenda besar pemerintahan saat ini.
Presiden diperkirakan akan segera mengumumkan penunjukan sementara untuk mengisi posisi strategis tersebut agar proyek tidak tertunda.
