Semarang, HarianJabar.com 9 Agustus 2025 — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui komitmennya dalam memenuhi hak-hak anak, Jawa Tengah dianugerahi penghargaan sebagai Provinsi Layak Anak (Provila) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Penghargaan ini diberikan dalam peringatan Hari Anak Nasional 2025 yang digelar di Jakarta. Jawa Tengah dinilai berhasil memenuhi indikator dalam lima klaster pemenuhan hak anak, mulai dari hak sipil, lingkungan keluarga, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan khusus.
Komitmen yang Berkelanjutan
Gubernur Jawa Tengah, H. Ganang Wibowo, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini dan menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor dan komitmen seluruh elemen masyarakat.

“Ini bukan hanya penghargaan simbolis, tapi pengingat bahwa kita punya tanggung jawab besar dalam memastikan anak-anak Jawa Tengah tumbuh sehat, aman, dan bahagia,” ujar Ganang dalam sambutannya.
Menurutnya, sejak lima tahun terakhir, Pemprov Jateng terus memperkuat kebijakan ramah anak, memperluas fasilitas publik yang aman bagi anak, hingga membentuk forum anak di berbagai kabupaten/kota.
Dukungan Data dan Program
Dalam proses verifikasi, KemenPPPA mencatat bahwa 90% kabupaten/kota di Jateng telah mengimplementasikan kebijakan daerah layak anak. Program seperti Sekolah Ramah Anak, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), serta Unit Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (ULPPA) menjadi kunci keberhasilan.
Deputi Perlindungan Anak KemenPPPA, Lenny N. Rosalin, menyebut Jawa Tengah sebagai contoh provinsi yang konsisten mengembangkan ekosistem ramah anak secara menyeluruh.
“Jateng tidak hanya memenuhi regulasi, tapi juga memastikan peran aktif masyarakat dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak,” ujarnya.
Harapan ke Depan
Dengan raihan ini, Pemprov Jateng berkomitmen mempertahankan status Provinsi Layak Anak dan mendorong peningkatan kualitas hidup anak di seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah juga menargetkan peningkatan skor indeks pemenuhan hak anak di tahun mendatang.
Pengamat kebijakan anak, Dr. Arief Rahman, menyambut positif pencapaian Jateng. Ia berharap daerah lain menjadikan hal ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap generasi muda.
“Investasi pada anak bukan sekadar program sosial, tapi fondasi masa depan bangsa,” tegasnya.
Penutup
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa keberhasilan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, namun juga dari sejauh mana daerah tersebut mampu melindungi dan memuliakan generasi penerusnya
