Laut Selat Sunda, HarianJabar.com 9 Agustus 2025 — Tim SAR (Search and Rescue) berhasil menemukan jasad seorang pria yang mengapung di Laut Selat Sunda, yang diduga merupakan salah satu korban dari kecelakaan yang melibatkan kapal KM Alpha Jaya. Penemuan jasad tersebut terjadi setelah pencarian intensif yang dilakukan selama 24 jam lebih.
Kronologi Penemuan
Jasad yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan ini pertama kali terlihat oleh nelayan setempat yang melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang. Berdasarkan laporan tersebut, tim SAR segera bergerak untuk melakukan evakuasi. Jasad tersebut ditemukan sekitar 10 mil dari lokasi kecelakaan yang terjadi kemarin sore, saat KM Alpha Jaya dilaporkan terbalik akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Kepala Pos SAR Tanjung Priok, Komandan Indra Gunawan, mengungkapkan bahwa pencarian difokuskan di sekitar area perairan yang diduga menjadi titik terbaliknya kapal tersebut.

“Pencarian berlangsung penuh tantangan, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan ombak yang cukup tinggi. Namun, kami berhasil menemukan jasad pada pagi ini,” ujar Indra.
Identifikasi Korban
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang. Namun, berdasarkan petunjuk sementara, jasad tersebut diduga merupakan salah satu penumpang KM Alpha Jaya yang terdaftar dalam manifest kapal.
“Proses identifikasi sedang berlangsung. Kami berharap dapat memberikan konfirmasi lebih lanjut dalam waktu dekat,” tambah Indra.
Sebelumnya, KM Alpha Jaya diketahui membawa sekitar 50 orang, termasuk awak kapal dan penumpang. Sejumlah penumpang telah berhasil diselamatkan, namun beberapa lainnya masih dalam pencarian.
Pencarian Berlanjut
Pencarian terhadap korban lainnya terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan petugas dari Basarnas, TNI, Polri, serta kapal-kapal patroli yang beroperasi di wilayah tersebut. Meskipun cuaca dan kondisi laut masih menjadi kendala, tim SAR optimis dapat menemukan lebih banyak korban yang mungkin masih bertahan di perairan.
Faktor Cuaca Jadi Penyebab Kecelakaan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa cuaca buruk, dengan angin kencang dan gelombang tinggi, terjadi di wilayah Selat Sunda pada saat kecelakaan. Peristiwa ini menambah daftar insiden yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang terjadi di perairan Indonesia.
Direktur Operasional BMKG, Dr. M. Zulkarnain, mengimbau kepada kapal-kapal yang beroperasi di wilayah ini untuk senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. “Kami selalu memberikan peringatan dini untuk pelayaran, tetapi kewaspadaan dari pihak kapal dan awak tetap sangat penting,” jelas Zulkarnain.
Solidaritas dan Harapan
Keluarga korban yang telah menerima kabar duka terus menanti perkembangan lebih lanjut dari pihak berwenang. Di sisi lain, masyarakat setempat dan relawan memberikan dukungan moral kepada para petugas SAR yang terlibat dalam pencarian.
“Semoga semua korban bisa segera ditemukan dan kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas SAR yang bekerja keras,” ungkap Wayan, seorang nelayan yang turut membantu pencarian.
Pencarian akan terus berlanjut dengan harapan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dan memberikan kejelasan bagi keluarga korban. Sebuah tragedi yang mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca buruk.
