Bandung, HarianJabar — Di jantung Kota Bandung, tepatnya di Gedung PLN Distribusi Jabar-Banten, terdapat sebuah sumur yang sarat sejarah dan legenda. Sumur tersebut dikenal sebagai Sumur Bandung, sebuah sumber air yang diyakini tak pernah kering sejak 1811.
Letaknya hanya sekitar 100 meter dari Alun-Alun Bandung, di Jalan Cikapundung Timur. Dengan penutup berwarna emas dan dinding berkeramik merah, sumur ini bukan sekadar sumber air biasa, melainkan bagian dari jejak panjang sejarah Kota Bandung.
Sumur Bandung erat kaitannya dengan Raden Adipati Wiranatakusumah II, Bupati Bandung ke-6 yang dikenal sebagai Dalem Kaum I. Pada masa kepemimpinannya, ibu kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Karapyak, yang terletak di selatan, ke wilayah yang kini menjadi pusat Kota Bandung.

Proses pencarian lahan ibu kota baru tersebut melahirkan kisah tentang Sumur Bandung. Menurut catatan sejarah, Kabupaten Bandung diberikan sebagai hadiah oleh Kerajaan Mataram karena masyarakat Priangan berhasil membantu menangkap Dipati Ukur, seorang tokoh yang membelot dari titah Mataram untuk melawan Belanda.
Kini, Sumur Bandung tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga ikon budaya yang menyimpan nilai spiritual dan cerita turun-temurun. Banyak warga percaya sumur tersebut memiliki keistimewaan karena tak pernah kering, meski telah ratusan tahun berlalu.
Kehadiran Sumur Bandung menjadi pengingat akan perjalanan sejarah Kota Bandung, sekaligus warisan budaya yang perlu dijaga keberadaannya.
