Bandung Barat, HarianJabar — Di usia senjanya yang telah menginjak 72 tahun, Ase Rukmantara hidup sederhana bersama sang istri di pelosok Kabupaten Bandung Barat (KBB). Nama Ase mungkin tidak begitu dikenal luas, namun kiprahnya meninggalkan jejak besar dalam sejarah daerah ini.
Ase adalah sosok di balik lahirnya Karatagan dan Hymne Bandung Barat, dua karya yang merepresentasikan identitas dan kebanggaan masyarakat KBB. Sayangnya, kiprah dan jasanya sebagai seniman Sunda sekaligus guru pengabdi tak banyak mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Sebagai seorang pendidik, Ase telah mengabdikan hidupnya untuk seni dan pendidikan. Ia menciptakan karya musik yang sarat makna, menggambarkan semangat masyarakat Bandung Barat dalam membangun daerahnya. Namun, kini di masa tuanya, ia lebih banyak menghabiskan hari dengan tenang bersama keluarga, jauh dari sorotan publik.
Kisah Ase Rukmantara menjadi potret seniman daerah yang berjasa namun terlupakan. Sejumlah kalangan menilai, perhatian terhadap para tokoh seni dan budaya lokal sangat penting agar karya mereka tidak hanya dikenang, tetapi juga menjadi inspirasi generasi berikutnya.
