Yogyakarta, HarianJabar.com 26 Agustus 2025 — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito Daerah Istimewa Yogyakarta tengah menjadi pusat perhatian setelah muncul laporan dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang dokter senior terhadap peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Manajemen rumah sakit menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan profesional bagi seluruh tenaga medis, termasuk para peserta PPDS yang tengah menjalani pendidikan spesialisasi. Direktur RSUP Sardjito, Dr. Hendra Prasetyo, menyatakan bahwa pihak rumah sakit telah membuka proses investigasi internal untuk mengungkap fakta secara transparan.

“Kami sangat menghargai proses penyelidikan yang sedang berjalan dan berupaya memastikan perlindungan hak-hak semua pihak,” ujar Dr. Hendra.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga iklim kerja yang kondusif agar kualitas pendidikan dan pelayanan medis tetap terjaga.
Sejumlah peserta PPDS mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait tekanan dan tantangan dalam lingkungan kerja yang intensif. Salah satu peserta, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyebutkan,
“Kami berharap adanya perhatian serius agar lingkungan belajar menjadi lebih suportif dan bebas dari intimidasi.”
Kasus ini mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk organisasi profesi kedokteran dan lembaga pengawas yang menyerukan penyelesaian secara adil dan transparan. Mereka menekankan bahwa perlindungan peserta didik harus menjadi prioritas dalam sistem pendidikan kedokteran.
Pakar pendidikan kedokteran, Prof. Dewi Lestari, mengatakan,
“Lingkungan belajar yang positif dan saling menghormati adalah kunci untuk menghasilkan tenaga medis yang kompeten dan beretika.”
Ia menambahkan bahwa pelatihan bagi tenaga pengajar juga penting untuk mencegah praktik-praktik kekerasan dan bullying di lingkungan akademik.
Manajemen RSUP Sardjito mengajak seluruh pihak untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan resmi dan berkomitmen melakukan perbaikan jika ditemukan pelanggaran kode etik.
“Kami percaya transparansi dan keadilan akan membawa iklim kerja yang lebih baik di masa depan,” tutup Dr. Hendra.
