Jakarta, HarianJabar.com – Jalanan ibu kota lagi-lagi penuh sesak. Setelah aturan lalu lintas dikembalikan ke setelan awal, kemacetan kembali menjadi “teman akrab” warga Jakarta di setiap jam sibuk.
Sejak pagi hingga malam, antrean kendaraan tampak mengular di jalur utama seperti Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, hingga Kuningan. Bagi pekerja kantoran, waktu tempuh yang sempat membaik kini kembali berlipat ganda.

“Kalau dulu bisa sampai kantor 45 menit, sekarang bisa hampir dua jam lagi. Rasanya seperti balik ke masa lama,” keluh Anita (31), pegawai swasta di kawasan Sudirman, Rabu (3/9/2025).
Pengamat transportasi menilai, kemacetan yang kembali mengganas ini menjadi alarm serius. “Kebijakan jangka pendek hanya memberi efek sesaat. Tanpa perbaikan transportasi umum dan manajemen perjalanan yang konsisten, Jakarta akan terus berputar dalam lingkaran macet,” ujar Darmaningtyas, pemerhati transportasi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku tengah mengevaluasi dampak dari kembalinya setelan lama.
“Kami memahami keresahan masyarakat. Saat ini sedang dilakukan kajian agar ada langkah yang lebih tepat dan berkelanjutan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.
Warga berharap solusi yang diberikan tidak sekadar menutup masalah sesaat. “Kalau transportasi umum diperbaiki dan nyaman, orang pasti mau beralih. Selama itu belum maksimal, mobil pribadi tetap jadi pilihan utama,” kata Yoga (28), pekerja di kawasan Kuningan.
Kini, Jakarta dihadapkan pada dilema lama: jalanan yang padat, udara yang sesak, dan waktu warga yang habis di jalan. Tanpa langkah berani, ibu kota akan terus terkunci dalam kemacetan.
