Jakarta, Harianjabar.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menerima pagu anggaran sebesar Rp 13 triliun untuk tahun anggaran 2026. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan pagu indikatif sebelumnya yang hanya mencapai Rp 3,6 triliun.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan kabar ini dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (3/9). Ia menegaskan bahwa kenaikan anggaran akan difokuskan pada program prioritas yang berorientasi pada kesejahteraan nelayan serta penguatan ketahanan pangan nasional.
Fokus pada Kampung Nelayan Merah Putih
Salah satu prioritas utama penggunaan anggaran adalah pembangunan dan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai wilayah pesisir. Program ini diharapkan menjadi basis produksi pangan laut sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan.
Selain itu, dana juga dialokasikan untuk:
- Revitalisasi tambak udang rakyat
- Program budi daya rumput laut, lobster, dan ikan bawal bintang
- Perbaikan infrastruktur perikanan dan laboratorium mutu
- Pendidikan dan pengawasan sumber daya kelautan

Dorongan untuk Efektivitas
Menteri Trenggono menegaskan, tambahan anggaran ini akan dikelola secara transparan dan tepat sasaran. Ia meminta dukungan penuh dari DPR agar seluruh program berjalan sesuai target dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
“Setiap rupiah dalam anggaran ini harus memberikan dampak pada kesejahteraan nelayan dan memperkuat ketahanan pangan kita,” ujar Trenggono.
Catatan DPR
Komisi IV DPR menyambut baik penambahan anggaran tersebut, namun mengingatkan pentingnya pengawasan agar pelaksanaan program benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya berhenti pada tahap administrasi.
