Jakarta, Harianjabar.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) maupun ajakan yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Seruan ini disampaikan seiring dengan meningkatnya dinamika sosial dan politik di tanah air.
Seruan Ketenangan dan Persatuan
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan bahwa hoaks dan ajakan provokatif hanya akan merusak persatuan bangsa. Ia menilai, dalam situasi penuh dinamika, masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi, terutama dari media sosial.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan ketenangan, tabayyun terhadap informasi, dan tidak mudah terpancing oleh isu yang belum jelas kebenarannya,” ujar Zainut.

Peran Tokoh Agama dan Masyarakat
MUI juga menekankan pentingnya peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, serta pemimpin komunitas dalam menjaga suasana damai. Mereka diharapkan dapat menjadi teladan, menolak kekerasan, serta mempererat kerukunan antarwarga.
Sikap terhadap Kekerasan
Dalam pernyataannya, MUI menyayangkan terjadinya aksi anarkis dan vandalisme yang muncul dalam sejumlah aksi demonstrasi belakangan ini. Menurut Zainut, tindakan tersebut bertentangan dengan nilai Pancasila, moralitas, dan ajaran agama.
Dukungan kepada Aparat
Selain itu, MUI menyatakan dukungan kepada pemerintah, TNI, dan Polri untuk mengambil langkah tegas namun tetap terukur dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurut MUI, penegakan hukum sangat penting untuk mencegah meluasnya gangguan sosial.
Dengan seruan ini, MUI berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap hoaks dan ajakan yang tidak bertanggung jawab, serta terus menjaga persatuan bangsa di tengah perbedaan.
