Sukabumi, HarianJabar.com 5 September 2025 – Di tengah laju modernisasi yang semakin cepat, tidak semua wilayah desa langsung merasakan dampak positif teknologi digital. Namun, di sebuah desa kecil di Sukabumi, seorang pemuda bernama Ferry hadir sebagai pionir yang menggerakkan transformasi digital di komunitasnya.

Inovasi dari Desa
Ferry, 26 tahun, lulusan teknologi informasi dari universitas negeri terkemuka, memutuskan pulang kampung dan menggunakan keahliannya untuk membangun infrastruktur digital di desanya.
“Saya ingin teknologi bisa dirasakan manfaatnya oleh semua warga, bukan hanya kota-kota besar,” ujarnya saat ditemui di Balai Desa.
Berbekal modal sendiri dan dukungan warga, Ferry membangun jaringan internet lokal berbasis wireless dan mengedukasi masyarakat untuk menggunakan aplikasi digital dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari jual beli produk hasil pertanian hingga pengurusan administrasi desa.
Dampak Positif Bagi Warga
Transformasi ini membawa perubahan signifikan. Petani kini dapat memasarkan hasil panen langsung ke pasar daring, pelajar mendapatkan akses bahan belajar online, dan pemerintahan desa lebih transparan dalam pelayanan.
“Sekarang, urusan administrasi tidak perlu antre panjang, semuanya bisa diakses lewat ponsel,” kata Kepala Desa Setiawan, yang mendukung penuh inisiatif Ferry.
Tantangan dan Semangat Membangun
Meski menghadapi keterbatasan sumber daya dan tantangan konektivitas, Ferry tetap gigih. Ia juga aktif menggandeng komunitas dan pemerintah daerah untuk memperluas jaringan digital dan meningkatkan literasi teknologi warga.
“Ini perjalanan panjang, tapi saya yakin digitalisasi bisa jadi solusi pengembangan desa yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ferry penuh semangat.
Inspirasi untuk Desa Lain
Kisah Ferry menjadi inspirasi bagi banyak desa di Jawa Barat yang tengah berjuang mengadopsi teknologi. Pemerintah provinsi bahkan menyoroti program digitalisasi berbasis komunitas ini sebagai model yang layak direplikasi.
Dari sebuah desa kecil di Sukabumi, Ferry membuktikan bahwa semangat dan inovasi dapat membuka jalan menuju masa depan digital yang lebih merata. Kisahnya mengingatkan kita bahwa kemajuan teknologi adalah milik semua, tak terkecuali masyarakat desa.
