Bogor, HarianJabar.com — Bupati Bogor, Hj. Iwan Setiawan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh kebutuhan korban insiden ambruknya bangunan Majelis Taklim di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, terpenuhi dengan cepat dan layak. Pernyataan ini disampaikan saat mengunjungi langsung lokasi kejadian, Sabtu (7/9), untuk meninjau kondisi para korban dan progres penanganan darurat.
Bangunan Majelis Taklim tersebut dilaporkan roboh pada Minggu sore (7/9), saat sedang digunakan untuk kegiatan pengajian ibu-ibu. Peristiwa itu menyebabkan beberapa jemaah mengalami luka ringan hingga sedang, sementara sejumlah lainnya mengalami trauma psikologis akibat insiden mendadak tersebut.

“Saya turut prihatin atas musibah ini. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan langsung bergerak sejak semalam. Kita pastikan semua korban mendapatkan layanan medis, makanan, tempat tinggal sementara, dan pendampingan psikologis,” ujar Bupati Iwan di sela-sela peninjauan.
Penanganan Cepat dari Pemerintah Daerah
Sejak kejadian, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, TNI/Polri, serta relawan kemanusiaan telah diterjunkan ke lokasi. Tenda darurat dan dapur umum telah didirikan di sekitar area kejadian untuk menampung korban yang terdampak secara langsung.
Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Ade Yana, menjelaskan bahwa pihaknya juga tengah mengkaji penyebab robohnya bangunan tersebut, termasuk mengevaluasi kemungkinan kelalaian konstruksi atau faktor usia bangunan.
“Untuk sementara, indikasi awal karena struktur bangunan yang sudah tua dan tidak mampu menahan beban saat kegiatan berlangsung. Namun penyelidikan menyeluruh tetap dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelas Ade.
Korban Dapat Pendampingan Psikologis
Selain bantuan logistik dan medis, Pemkab Bogor juga menurunkan tim dari Dinas Kesehatan dan tenaga psikolog guna memberikan layanan trauma healing, terutama bagi anak-anak dan lansia yang turut menjadi saksi kejadian.
Salah seorang korban selamat, Hj. Sutinah (56), mengaku masih syok namun bersyukur atas respon cepat dari pemerintah dan masyarakat sekitar.
“Kami kaget sekali, tiba-tiba plafon jatuh dan dinding retak. Tapi alhamdulillah cepat dibantu. Sekarang sudah dapat tempat istirahat dan makanan,” tuturnya dengan suara bergetar.
Langkah Selanjutnya: Rehabilitasi Bangunan dan Edukasi Konstruksi
Pemerintah Kabupaten Bogor berjanji akan segera melakukan asesmen untuk membangun kembali Majelis Taklim yang roboh. Selain itu, Bupati Iwan menyampaikan rencana edukasi dan sosialisasi kepada pengurus keagamaan serta warga terkait pentingnya struktur bangunan yang layak untuk kegiatan umum.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Ke depan, kita ingin semua tempat ibadah dan kegiatan keagamaan memiliki standar konstruksi yang aman. Ini pelajaran bersama,” tegasnya.
Solidaritas Warga Bogor
Di tengah musibah, solidaritas masyarakat Bogor kembali terlihat. Sejumlah warga sekitar secara spontan memberikan bantuan makanan, tikar, hingga pakaian layak pakai untuk para korban. Hal ini menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong tetap hidup dalam keseharian warga Kabupaten Bogor.
