Bandung, HarianJabar.com — Nama Nandi Juliawan atau yang lebih dikenal dengan panggilan Encuy kian dikenal publik setelah perannya mencuri perhatian dalam serial televisi Preman Pensiun, yang tayang sejak 2015. Namun, tak banyak yang tahu bahwa pria berlogat Sunda kental ini bukan berasal dari dunia hiburan sejak awal. Sebelum melangkah ke dunia seni peran, Encuy adalah seorang juru masak yang akrab dengan kepulan asap dapur, bukan sorot lampu kamera.
Perjalanan Nandi adalah gambaran nyata bahwa jalan menuju kesuksesan tak selalu lurus dan cepat. Di sela-sela aktivitas syuting, ia masih sering mengingat masa-masa di mana bekerja di dapur menjadi satu-satunya sumber penghidupan.

“Saya dulu kerja di dapur, masak buat orang-orang. Dari situ belajar kedisiplinan, kerja keras, dan melayani. Ternyata ilmu itu berguna juga di lokasi syuting,” ujarnya kepada wartawan, usai menghadiri sebuah acara komunitas di Bandung, Jumat (6/9).
Bermula dari Hobi dan Komunitas
Keterlibatan Encuy di dunia seni peran tidak terjadi secara instan. Ia aktif di beberapa komunitas seni di Bandung, termasuk teater jalanan dan komunitas film independen. Dari sanalah ia mulai mengenal dunia akting, meski awalnya hanya sebagai figuran.
Peran kecil pertamanya datang tanpa bayaran. Namun bagi Encuy, pengalaman itu justru membuka mata dan semangat baru.
“Waktu itu saya diajak teman. Disuruh jadi figuran, tapi malah ketagihan. Ada sensasi yang beda. Ternyata menjiwai karakter itu seni juga,” kenangnya.
Keuletannya berbuah hasil. Produser dan sutradara serial Preman Pensiun, Aris Nugraha, melihat potensi dalam diri Nandi. Ia dipercaya memerankan karakter Encuy, sosok preman jalanan yang jenaka namun loyal. Karakter ini langsung melekat di benak penonton.
Antara Layar dan Kehidupan Nyata
Meski kini dikenal masyarakat luas, Encuy tetap membumi. Ia masih sering terlibat dalam kegiatan sosial di komunitasnya, dan aktif mendukung anak-anak muda yang tertarik pada dunia seni peran. Ia bahkan beberapa kali menjadi mentor di workshop akting tingkat lokal.
“Saya bukan siapa-siapa. Cuma orang biasa yang dikasih kesempatan. Makanya saya ingin bantu juga yang lain, biar mereka nggak harus muter terlalu jauh buat bisa tampil,” kata Encuy, yang tetap menggunakan motor bebek tuanya ke lokasi syuting.
Ketenaran yang Tak Mengubah Akar
Bagi Encuy, popularitas bukan alasan untuk melupakan asal-usul. Ia tetap menjaga hubungan dengan teman-teman lamanya di komunitas dapur, bahkan kadang masih membantu saat ada acara besar atau hajatan di kampung halamannya.
“Saya senang akting, tapi masak juga masih cinta. Dapur itu rumah kedua saya. Kalau lagi off syuting, saya suka bantu-bantu di dapur katering teman,” ujarnya sambil tertawa.
Sosok yang Menginspirasi
Nandi ‘Encuy’ Juliawan adalah contoh nyata bahwa bakat dan kesempatan bisa datang dari mana saja. Dari balik dapur yang sederhana, ia melangkah ke layar kaca dan membawa warna baru dalam industri hiburan Tanah Air. Dalam dunia yang sering mengagungkan tampilan luar dan popularitas instan, Encuy hadir sebagai penyeimbang: sederhana, jujur, dan tulus berkarya.
