Jakarta, Harianjabar.com – Industri alat kesehatan dalam negeri menunjukkan capaian positif dengan meningkatnya ekspor produk medis, khususnya ventilator dan mesin anestesi, ke pasar global. Data Kementerian Perdagangan mencatat, volume ekspor kedua produk tersebut melonjak signifikan sepanjang semester I 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Kementerian Perdagangan, lonjakan ekspor ini dipengaruhi oleh peningkatan permintaan dari sejumlah negara, terutama di kawasan Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Ventilator dan mesin anestesi buatan Indonesia dinilai mampu bersaing dari segi harga maupun kualitas dengan produk impor.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan menyebutkan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri dalam memperkuat riset, inovasi, serta sertifikasi produk sesuai standar internasional.

“Ekspor alat kesehatan terus menunjukkan tren positif. Kami akan terus mendorong agar produk dalam negeri semakin dikenal di pasar global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (8/9).
Dukungan Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kesehatan juga memberikan dukungan berupa insentif fiskal, pembiayaan ekspor, serta penerapan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Harapan ke Depan
Meski capaian ekspor meningkat, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan kapasitas produksi dan persyaratan sertifikasi tambahan di negara tujuan. Pemerintah menargetkan dalam lima tahun mendatang, Indonesia dapat menjadi salah satu pusat produksi alat kesehatan di kawasan Asia.
Dengan capaian ekspor yang terus meningkat, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi pemain penting dalam perdagangan alat kesehatan internasional.
