Boyolali, HarianJabar.com – Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan insiden yang memicu kemarahan publik. Seorang guru di Boyolali viral setelah diduga menginjak muridnya hingga menyebabkan cedera. Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar, bahkan membuat sang guru digeruduk massa.

Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika seorang murid SMP di Boyolali diduga melakukan kesalahan kecil di kelas. Alih-alih menegur secara wajar, sang guru justru bertindak di luar batas dengan menginjak tubuh murid tersebut. Tindakan ini membuat korban kesakitan hingga tak bisa bergerak bebas.
Bukannya langsung dibawa ke fasilitas kesehatan resmi, sang guru justru memilih membawa korban ke tukang urut. Keputusan ini menambah amarah orang tua dan masyarakat karena dianggap meremehkan keselamatan murid.
Viral di Media Sosial
Video dan foto kondisi korban pasca insiden menyebar cepat di media sosial. Tagar terkait kasus ini pun ramai diperbincangkan, dengan banyak warganet yang mengecam keras tindakan sang guru.
“Ini tidak bisa ditoleransi, sekolah harus jadi tempat aman bagi anak-anak, bukan sebaliknya,” tulis seorang pengguna media sosial.
Warga Gedor Sekolah
Merasa geram, warga bersama keluarga korban mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan. Situasi sempat memanas, namun pihak sekolah berusaha menenangkan dengan janji akan menindaklanjuti kasus tersebut.
Polisi yang mendapat laporan juga turun tangan untuk mengamankan situasi agar tidak terjadi kericuhan lebih jauh.
Langkah Hukum dan Sanksi
Polres Boyolali kini sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk guru, murid, dan pihak sekolah. Guru yang bersangkutan terancam dijerat pasal terkait penganiayaan anak di bawah umur, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara sesuai UU Perlindungan Anak.
Selain proses hukum, Dinas Pendidikan Boyolali juga menyatakan akan memberikan sanksi administratif. “Kami tidak akan membiarkan kasus ini. Guru seharusnya menjadi teladan, bukan melakukan kekerasan,” tegas Kadisdik Boyolali.
Refleksi Dunia Pendidikan
Kasus ini kembali membuka luka lama terkait praktik kekerasan di sekolah. Meski aturan melarang keras segala bentuk kekerasan fisik, faktanya masih banyak ditemukan kasus serupa di berbagai daerah.
Pakar pendidikan menilai perlu ada pendekatan lebih humanis dalam mendidik, sekaligus peningkatan kompetensi guru dalam pengelolaan kelas dan psikologi anak.
