Bekasi, HarianJabar.com – Sebuah video yang menampilkan percakapan antara warga dan anggota kepolisian di Bekasi mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang polisi terdengar mengatakan “percuma” saat warga hendak melapor kehilangan sepeda motor akibat curanmor. Ucapan itu memicu kemarahan publik karena dianggap menyepelekan nasib korban.

Kronologi Video Viral
Video berdurasi singkat itu memperlihatkan warga yang hendak melapor kehilangan motor di kantor polisi setempat. Namun, alih-alih mendapat respons simpatik, salah seorang oknum polisi justru melontarkan ucapan tidak pantas. Potongan video itu cepat menyebar di berbagai platform media sosial, menuai ribuan komentar dan kecaman.
“Kalau begini caranya, masyarakat jadi malas melapor. Padahal polisi seharusnya jadi pelindung dan pengayom,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Respons Kapolres Bekasi
Menanggapi polemik ini, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf. Ia menegaskan bahwa ucapan yang viral tersebut tidak mencerminkan sikap resmi Polri.
“Kami memohon maaf atas perkataan anggota kami yang tidak tepat. Laporan masyarakat tetap kami terima dan akan ditindaklanjuti. Tidak ada istilah percuma dalam pelayanan kepolisian,” ujar Hengki.
Evaluasi Internal dan Sanksi
Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi internal dan memberi pembinaan terhadap anggota yang terlibat. Jika terbukti melanggar etika, oknum tersebut akan dijatuhi sanksi sesuai aturan disiplin Polri.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan agar masyarakat merasa aman dan terlindungi. Kepercayaan publik adalah hal utama,” tambahnya.
Konteks Maraknya Curanmor di Bekasi
Kasus ini mencuat di tengah meningkatnya laporan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Masyarakat berharap polisi lebih serius menindak pelaku curanmor yang meresahkan.
“Kalau polisi terkesan tidak serius, masyarakat bisa frustrasi. Kami butuh kepastian hukum,” kata seorang warga Bekasi yang motornya hilang bulan lalu.
Pentingnya Komunikasi Aparat dengan Warga
Pakar komunikasi publik menilai insiden ini menunjukkan pentingnya sikap humanis aparat dalam melayani masyarakat. Kata-kata yang salah bisa menimbulkan krisis kepercayaan, meski sebenarnya prosedur tetap berjalan.
“Polisi harus menjadi mitra masyarakat, bukan menambah beban psikologis korban,” ujarnya.
