Jakarta, HarianJabar.com – Pernah merasa otak terasa “berkabut” hingga sulit berkonsentrasi, mudah lupa, atau lambat dalam berpikir? Kondisi ini dikenal dengan istilah brain fog. Meski bukan penyakit, brain fog bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pekerja, pelajar, maupun siapa pun yang membutuhkan fokus tinggi.

Berikut beberapa cara sederhana yang bisa membantu mengurangi bahkan mengatasi brain fog:
1. Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Kurang tidur menjadi penyebab utama otak terasa lelah. Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam dengan pola yang teratur. Hindari begadang, penggunaan gawai sebelum tidur, dan konsumsi kafein larut malam agar kualitas tidur lebih baik.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Dehidrasi dapat membuat otak bekerja lebih lambat. Minumlah air putih minimal 2 liter sehari. Tubuh yang terhidrasi baik akan membantu sirkulasi darah dan oksigen ke otak, sehingga konsentrasi lebih terjaga.
3. Jaga Pola Makan Sehat
Makanan tinggi gula atau berlemak jenuh bisa memicu rasa kantuk dan memperburuk brain fog. Sebaliknya, perbanyak konsumsi buah, sayuran, ikan berlemak (seperti salmon), serta kacang-kacangan yang kaya omega-3 dan antioksidan untuk mendukung fungsi otak.
4. Olahraga Teratur
Aktivitas fisik membantu melancarkan aliran darah dan oksigen ke otak. Tidak perlu olahraga berat—jalan cepat 20–30 menit, yoga, atau bersepeda ringan sudah cukup untuk meningkatkan energi dan kejernihan pikiran.
5. Batasi Stres
Stres kronis membuat hormon kortisol meningkat, yang bisa menurunkan daya ingat dan fokus. Atasi stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau meluangkan waktu untuk hobi.
6. Kurangi Multitasking
Terlalu sering melakukan banyak hal sekaligus justru membuat otak cepat lelah. Fokuslah pada satu pekerjaan dalam satu waktu agar otak bekerja lebih efektif.
7. Istirahat Sejenak dari Layar
Paparan layar komputer atau ponsel terlalu lama bisa menimbulkan kelelahan mental. Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
8. Periksa Kondisi Medis Jika Perlu
Jika brain fog terjadi terus-menerus meski sudah menerapkan gaya hidup sehat, sebaiknya periksa ke dokter. Brain fog bisa menjadi gejala dari kondisi medis tertentu seperti anemia, hipotiroid, diabetes, atau efek samping obat.
Brain fog memang mengganggu, tetapi dengan perubahan gaya hidup sederhana, kondisi ini bisa diatasi. Tidur cukup, makan sehat, olahraga teratur, serta mengelola stres adalah kunci untuk menjaga otak tetap segar dan fokus.
