Bandung, HarianJabar.com – Upaya pencegahan komplikasi diabetes terus digencarkan melalui berbagai program edukasi kesehatan. Salah satunya dilakukan oleh dosen Universitas Aisyiyah (UNISA) Bandung yang mendampingi para kader kesehatan di wilayah Bandung dengan metode diet seimbang dan senam kaki khusus penderita diabetes.

Latar Belakang
Diabetes melitus masih menjadi salah satu penyakit kronis dengan jumlah penderita terus meningkat di Indonesia. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari kerusakan saraf, luka sulit sembuh, hingga risiko amputasi.
Melihat kondisi tersebut, tim dosen UNISA Bandung berinisiatif memberikan pendampingan kepada kader kesehatan agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi pasien diabetes di masyarakat.
Program Pendampingan
Program ini melibatkan penyuluhan tentang pentingnya diet sehat yang rendah gula sederhana, tinggi serat, serta seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak baik. Para kader juga dibekali pemahaman cara memantau pola makan pasien agar tetap sesuai kebutuhan kalori harian.
Selain itu, diberikan pelatihan senam kaki diabetes yang terbukti mampu melancarkan sirkulasi darah, menjaga kekuatan otot, serta mencegah luka pada kaki penderita. Senam ini bisa dilakukan secara rutin di rumah dengan gerakan sederhana namun bermanfaat besar.
Harapan Dosen UNISA
Salah satu dosen pendamping menyebut bahwa edukasi ini tidak hanya menargetkan pasien, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kader kesehatan adalah garda terdepan yang bisa memastikan penderita diabetes mendapat dukungan berkelanjutan. Melalui diet sehat dan senam kaki, risiko komplikasi dapat ditekan,” ujarnya.
Antusiasme Kader Kesehatan
Para kader kesehatan menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai program pendampingan praktis karena bisa langsung diterapkan saat mendampingi warga yang menderita diabetes. Beberapa kader bahkan berencana membuat kelas senam kaki rutin di tingkat RT dan RW.
Langkah preventif yang dilakukan dosen UNISA Bandung bersama para kader kesehatan menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan sederhana seperti diet sehat dan senam kaki dapat memberikan dampak besar. Dengan edukasi berkelanjutan, diharapkan angka komplikasi akibat diabetes dapat berkurang, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.
