Ambon, HarianJabar.com – Bea Cukai Ambon sukses mengawal ekspor hasil hutan bukan kayu (HHBK) Maluku ke pasar internasional. Kali ini, total 45 ton komoditas dilepas, terdiri dari 30 ton getah damar senilai Rp570 juta dengan tujuan India, serta 15 ton pala senilai Rp1,5 miliar ke China. Kedua komoditas dikirim melalui Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, dengan transit ekspor melalui Surabaya pada 24 September 2025.
Perhutanan Sosial Terbukti Menguntungkan
Keberhasilan ekspor ini mendapat sorotan khusus dari pemerintah pusat. Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Mahfudz, M.P., menegaskan bahwa capaian ini membuktikan efektivitas program Perhutanan Sosial yang mengedepankan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
“Keberhasilan ekspor hasil hutan Maluku membuktikan bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat mendatangkan manfaat ekonomi, sosial, sekaligus ekologi,” ujarnya.
Menurut Mahfudz, model pengelolaan ini tidak hanya menumbuhkan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjaga keberlanjutan hutan dan ekosistem sekitarnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Gubernur Maluku turut memberikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proses ekspor. Ia menekankan bahwa momentum ini harus menjadi pemicu bagi peningkatan kualitas dan daya saing produk Maluku di pasar internasional.
“Dari getah damar hingga pala, Maluku memiliki komoditas unggulan yang layak bersaing global. Ekspor ini menjadi bukti nyata bahwa produk lokal mampu menembus pasar internasional,” kata gubernur.

Peran Bea Cukai Ambon
Kepala Kantor Bea Cukai Ambon, M. Farid Irfan M., menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kelancaran ekspor daerah.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan dan pengawasan terbaik. Harapannya, ekspor ini membuka jalan bagi lebih banyak produk unggulan Maluku menembus pasar global,” ungkap Farid.
Sinergi antara Bea Cukai, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai sebagai kunci keberhasilan ekspor ini.
Maluku: Kepulauan Rempah Dunia
Dengan capaian terbaru ini, Maluku kembali meneguhkan jati dirinya sebagai Kepulauan Rempah, berkontribusi besar terhadap perdagangan dunia. Produk seperti getah damar dan pala tidak hanya mendatangkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat citra Maluku di kancah global.
Bea Cukai Ambon bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat bertekad melanjutkan sinergi agar potensi hasil hutan dan komoditas unggulan Maluku terus berkembang, membawa harum nama daerah hingga mancanegara.
