Jakarta, HarianJabar.com – Ketua PP Muhammadiyah sekaligus pengamat sosial-ekonomi keagamaan, Anwar Abbas, menegaskan penolakannya terhadap rencana kehadiran atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang akan digelar di Jakarta.
Menurut Anwar, kehadiran atlet Israel bukan hanya masalah olahraga, tetapi menyangkut nilai moral, konstitusi, dan kemanusiaan.
“Selama kehadiran atlet Israel masih berupa rencana, itu tidak masalah. Tapi akan jadi masalah besar bila pemerintah memberi izin untuk mereka datang dan bertanding di negeri ini,” tegas Anwar Abbas, Selasa (7/10/2025).
Ia menekankan, Indonesia tidak seharusnya menerima utusan resmi dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia dan dikenal sebagai negara penjajah. Anwar menyoroti tindakan militer Israel di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 66.000 orang dalam dua tahun terakhir, serta menghancurkan 90 persen rumah warga, membuat 1,9 juta jiwa kehilangan tempat tinggal.
“Negara yang tega melakukan ethnic cleansing dan genosida seperti itu tidak pantas diajak menjalin hubungan olahraga,” tambahnya.

Bertentangan dengan Amanat Konstitusi
Anwar Abbas menegaskan bahwa mengizinkan atlet Israel bertanding di Indonesia akan melecehkan amanat konstitusi. Ia mengutip semangat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan.
“Ini tidak hanya bertentangan dengan semangat konstitusi, tapi juga akan melukai hati rakyat Indonesia yang selama ini menunjukkan solidaritas tinggi terhadap Palestina,” katanya.
Ancaman terhadap Persatuan dan Ketentraman Bangsa
Anwar memperingatkan bahwa keputusan memberi izin atlet Israel bisa menimbulkan kegaduhan sosial dan politik, padahal Indonesia membutuhkan persatuan dan ketentraman.
“Tidak ada gunanya membangun hubungan olahraga dengan negara yang telah melakukan genosida,” tegasnya.
Desakan Moral untuk Pemerintah
Pernyataan Anwar Abbas menegaskan gelombang penolakan publik terhadap kehadiran atlet Israel. Sebelumnya, Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, juga menekankan agar pemerintah tidak memberikan izin kontingen Israel untuk berlaga.
Baca Juga:
10 pemain bali united paling mahal
Publik kini menunggu sikap tegas dari Kemenpora dan Federasi Gimnastik Indonesia (FIG Indonesia) untuk menanggapi keresahan moral masyarakat. Bagi banyak pihak, keputusan ini bukan hanya soal olahraga, tetapi harga diri bangsa dan kesetiaan pada amanat konstitusi.
