BOGOR, HarianJabar.com – Di balik suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Pemerintah Kabupaten Bogor, tersimpan kisah inspiratif dari tangan-tangan yang bekerja dalam diam. Salah satunya adalah Sinta, ibu rumah tangga yang kini menjadi pemimpin tim pencuci ompreng di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Cibitung Tengah II, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.
Setiap hari, bersama 14 rekannya, Sinta membersihkan sekitar 2.000 kotak makan (ompreng) yang digunakan untuk menyalurkan makanan gratis ke siswa-siswa PAUD, SD, SMP, dan madrasah. Pekerjaan mereka dimulai siang hingga malam, setelah tim pendistribusian mengumpulkan ompreng dari sekolah.
“Alhamdulillah, MBG ini ya membantu semua masyarakat di sini, terutama ibu-ibu. Kami sangat terbantu, karena program ini membuka lapangan kerja,” ujar Sinta dengan wajah sumringah.
Bukan Sekadar Mencuci, Tapi Menjaga Standar Kebersihan
Mencuci 2.000 kotak makan setiap hari bukan pekerjaan ringan. Tapi Sinta dan timnya tak melakukannya asal-asalan. Sebelum mulai bekerja, mereka mendapatkan pelatihan khusus — bukan seperti mencuci peralatan rumah biasa. Ada prosedur, teknik, dan standar kebersihan ketat yang wajib mereka ikuti.
“Ada tekniknya, jadi enggak sembarangan nyuci. Kami di-training untuk bekerja higienis,” jelas Sinta.
Setiap ompreng yang dibersihkan harus melewati proses yang menjamin sterilisasi dan kebersihan, mengingat makanan yang disajikan ditujukan bagi anak-anak. Bahkan, perhatian khusus diberikan pada kondisi bak pencucian, air, dan sabun yang digunakan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Dari Ibu Rumah Tangga, Jadi Pekerja Tangguh
Sebelum bergabung di SPPG, Sinta adalah ibu rumah tangga biasa. Namun kini, ia dipercaya sebagai leader pencuci ompreng — mengatur jadwal, mengawasi proses, dan memastikan semua berjalan sesuai prosedur. Ia menerima penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari, yang sangat berarti bagi kebutuhan keluarganya.
Meski pekerjaan itu menguras tenaga, Sinta menjalani hari-harinya dengan penuh tanggung jawab. Ada rasa bangga dalam dirinya karena bisa ikut menyukseskan program pemerintah yang berdampak luas.
“Kerjanya memang capek, kadang sampai malam. Tapi ini tanggung jawab dan saya jalani dengan ikhlas,” katanya.
Bukan Hanya Gizi, Tapi Juga Harapan
Program MBG memang dirancang untuk meningkatkan gizi anak-anak dan kelompok rentan. Namun seperti kisah Sinta, program ini juga membuka peluang kerja di desa-desa yang selama ini sulit dijangkau pembangunan.
Kini, bukan hanya anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi — tetapi juga para ibu rumah tangga yang mendapatkan penghasilan layak dan keterampilan baru.
Program MBG terbukti bukan sekadar urusan makan. Tapi juga tentang martabat, pemberdayaan, dan harapan. Dan di balik ribuan ompreng yang bersih, ada sosok seperti Sinta yang bekerja dalam senyap, membawa perubahan nyata.
