Bandung, HarianJabar.com – Suasana Kampung Cisomang, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cikalongwetan, mendadak gempar pada Selasa siang (14/10). Seorang pria berinisial H (35) ditemukan tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan brutal oleh lima orang pria.
Mirisnya, insiden tragis ini dipicu oleh urusan utang piutang yang melibatkan istri korban.
Datang Menagih Utang, Berujung Kekerasan
Lima pelaku yang telah diamankan polisi masing-masing berinisial APB (21), YZ (26), AKW (22), AY (51), dan RL (17). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, mereka datang ke Kampung Cisomang dengan tujuan menagih utang kepada beberapa warga.
Namun dalam perjalanan, mereka kemudian mendatangi rumah korban H, karena diketahui bahwa istri H memiliki utang kepada salah satu dari mereka. Sebelum sampai di rumah, kelima pelaku berpapasan langsung dengan korban di jalan.
Diduga terjadi cekcok antara kedua pihak, yang memicu emosi para pelaku. Tanpa bisa dicegah, keributan pun berubah menjadi aksi pengeroyokan yang mengakibatkan H mengalami luka parah.
“Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan tubuh. Ia dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah kejadian,” ujar Kapolsek Cikalongwetan dalam keterangan persnya.

Polisi Amankan Lima Pelaku
Pihak kepolisian bergerak cepat usai menerima laporan dari warga. Kelima pelaku berhasil diamankan dan kini sedang menjalani proses penyidikan di Polres Cimahi. Barang bukti berupa benda tumpul yang diduga digunakan dalam pengeroyokan juga telah disita untuk kepentingan penyelidikan.
Warga Geger, Minta Proses Hukum Tegas
Peristiwa ini mengundang keprihatinan warga sekitar. Banyak yang tidak menyangka urusan utang kecil bisa berujung pada hilangnya nyawa seseorang. Warga berharap proses hukum ditegakkan secara adil dan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak main hakim sendiri.
“Kalau ada masalah, selesaikan secara baik-baik. Jangan sampai pakai kekerasan, apalagi sampai merenggut nyawa,” ungkap seorang warga setempat.
Kasus Ditangani Polres Cimahi
Polisi menyatakan kasus ini masih dalam tahap pendalaman, termasuk mencari tahu peran masing-masing pelaku, motif utang secara detail, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
