Bekasi, HarianJabar.com – Kemenangan Zohran Mamdani sebagai wali kota Muslim pertama di New York memicu reaksi keras dari pejabat Israel. Menteri Urusan Diaspora Israel, Amichai Chikli, bahkan menyarankan warga Yahudi Amerika mempertimbangkan untuk pindah ke Israel.
Chikli menyebut kemenangan Mamdani sebagai “titik balik terbesar bagi kota New York” dan mengguncang fondasi tempat yang selama ini memberi kebebasan bagi banyak pengungsi Yahudi.
“Warga Yahudi di New York harus benar-benar mempertimbangkan untuk menjadikan tanah Israel sebagai rumah baru mereka,” ujar Chikli, mengutip Middle East Eye, Kamis (6/11/1015).
Tudingan Antisemitisme dan Serangan 11 September
Reaksi keras Israel terkait latar belakang politik Mamdani yang dikenal vokal mengkritik agresi Israel di Gaza. Chikli menuduh Mamdani mendukung Hamas dan membandingkan pandangannya dengan fanatik jihad yang melakukan serangan 11 September 2001.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menyebut hasil pemilu sebagai “kemenangan antisemitisme atas akal sehat”. Sementara Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menegaskan tidak gentar menghadapi pernyataan provokatif Mamdani.
Sikap Tegas Pro-Palestina dan Komitmen Inklusif
Mamdani, yang lahir di Uganda dan berdarah India, sejak awal kampanye menunjukkan sikap pro-Palestina. Ia sempat menyatakan akan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di bandara New York, merujuk pada surat perintah ICC, meski kemudian menarik pernyataan itu.
Selama kampanye, Mamdani menjadi target Super PAC besar yang menudingnya antisemitisme dan menghadapi ancaman Islamofobia serta ancaman kekerasan.
“Saya akan membangun kota yang berdiri teguh bersama komunitas Yahudi New York dan tidak gentar melawan wabah antisemitisme,” kata Mamdani saat pidato kemenangan.
Kemenangan Mamdani menjadi simbol ketegangan global yang terbawa ke arena politik lokal Amerika, sekaligus menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas dan perlindungan seluruh komunitas di New York.
