Bekasi, HarianJabar.com – Sebanyak 24 perusahaan di Indonesia terdeteksi terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Temuan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (12/11/2025).
Dalam paparannya, Setia menyebut bahwa kontaminasi ditemukan pada sejumlah industri, mulai dari sektor peleburan logam, pengelolaan limbah B3, hingga industri makanan. Salah satu perusahaan besar yang tercatat adalah PT Nikomas Gemilang, produsen sepatu merek global seperti Nike dan Adidas. Selain itu, ada juga PT Charoen Pokphand Indonesia, perusahaan agribisnis asal Thailand yang beroperasi di Indonesia.
Menurut Setia, dari hasil pemeriksaan dan pemetaan lapangan, terdapat 15 industri peleburan logam yang terpapar radiasi Cs-137 dan unsur radioaktif non-Cesium dengan laju dosis antara 0,18 hingga 700 mikrosievert per jam.
“Lalu terdapat tiga industri pengelolaan limbah B3 yang memiliki paparan radiasi cesium-137 dan non-cesium-137 dengan laju dosis 0,24 hingga 0,4 mikrosievert per jam,” ujar Setia, yang akrab disapa Tata.
Selain itu, tiga industri makanan juga terdeteksi memiliki paparan radiasi Cs-137 dengan dosis mencapai 1,6 hingga 152 mikrosievert per jam. Tidak hanya itu, enam lokasi timbunan scrap logam ditemukan memiliki tingkat radiasi yang jauh lebih tinggi, berkisar antara 11 hingga 10.000 mikrosievert per jam.
Setia menjelaskan, langkah penanganan segera dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hingga akhir Oktober 2025, sebanyak 22 titik yang terindikasi terpapar sudah menjalani proses dekontaminasi.
“Dari 22 titik yang kami identifikasi, seluruhnya sudah dilakukan dekontaminasi. Proses ini dikoordinasikan bersama Bapeten, BRIN, KLH, dan Satgas terkait. Setelah dinyatakan aman, lokasi-lokasi tersebut kini sudah kembali beroperasi sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Daftar perusahaan yang terdeteksi terkontaminasi Cs-137 meliputi:
- PT Bahari Makmur Sejati
- PT Nikomas Gemilang
- PT Citra Baru Steel
- PT Valero Metals Jaya
- PT Universal Eco Pacific
- PT Sinta Baja Jaya
- PT Crown Steel
- PT Vita Prodana Mandiri
- PT Kanemory/Food Service
- PT Charoen Pokphand Indonesia
- PT Peter Metal Technology
- PT Growth Nusantara Industry
- PT Asa Bintang Pratama
- PT Sentosa Harmony Steel (d/h PT Hwa Hok Steel)
- PT Cahaya Logam Cipta Murni
- PT Ediral Tritunggal Perkasa
- PT Ever Loyal Copper
- PT Hightech Grand Indonesia
- PT Jongka Indonesia
- PT Kabatama Raya
- PT New Asia Pacific Copper Indonesia
- PT O.M. Indonesia
- PT Zhongtian Metal Indonesia
- PT Luckione Environment Science Indonesia
Kemenperin memastikan seluruh perusahaan yang terdampak telah diminta untuk bekerja sama dalam proses pemulihan dan memastikan pengawasan lebih ketat terhadap limbah industri yang berpotensi mengandung zat radioaktif.
Sementara itu, Bapeten menegaskan bahwa paparan radiasi yang ditemukan masih dalam batas penanganan dan belum berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar. Proses pemantauan dan validasi data radiasi akan terus dilakukan hingga seluruh area benar-benar steril dari kontaminasi Cs-137.
Program koordinasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang, sekaligus memperkuat sistem deteksi dini terhadap bahan radioaktif dalam kegiatan industri di Indonesia.
