Bekasi, HarianJabar.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa serapan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 menunjukkan kinerja positif. Dari total pagu anggaran sebesar Rp71 triliun, realisasi serapan telah mencapai Rp43,47 triliun, atau sekitar 61,23 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2025). Ia menegaskan, pencapaian ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak terhadap kemampuan BGN dalam mengelola anggaran besar secara efektif dan bertanggung jawab.
“Penyerapan BGN ini memang terlihat eksponensial. Banyak pihak awalnya meragukan kami bisa menyerap anggaran Rp71 triliun. Padahal, di awal tahun penyerapan memang lambat, Januari hanya Rp52 miliar, Februari Rp1,1 triliun, Maret Rp1,8 triliun, dan April Rp2,5 triliun,” ujar Dadan.
Percepatan realisasi anggaran mulai terlihat pada pertengahan tahun. Pada Mei 2025, penyerapan meningkat menjadi Rp3,8 triliun, lalu naik menjadi Rp6 triliun pada Juni, Rp7,9 triliun di Juli, Rp13,2 triliun di Agustus, dan Rp19 triliun di September. Angka tertinggi terjadi pada Oktober 2025, yakni Rp35 triliun.

Menurut Dadan, peningkatan signifikan tersebut terjadi karena percepatan distribusi bantuan pangan bergizi ke sekolah-sekolah, pesantren, serta kelompok rentan gizi di berbagai daerah. Selain itu, efisiensi dalam sistem pelaporan digital juga berkontribusi pada peningkatan kinerja anggaran.
“Alhamdulillah, sekarang sudah mencapai Rp43,47 triliun. Minggu ini akan terus bertambah karena kami sedang memproses beberapa tagihan yang sedang diverifikasi untuk pembayaran,” tambahnya.
Meski demikian, BGN masih membutuhkan tambahan dana untuk melanjutkan program hingga akhir tahun. Dadan menyebut, total kebutuhan tambahan mencapai Rp28,63 triliun, dengan rincian Rp8,5 triliun untuk akhir November, Rp10 triliun di awal Desember, dan Rp11 triliun pada akhir Desember 2025.
“Dengan tambahan itu, total serapan BGN diperkirakan bisa mencapai 99 persen dari total pagu Rp71 triliun, ditambah pengajuan tambahan Rp28,63 triliun. Sehingga total kebutuhan anggaran untuk 2025 mencapai sekitar Rp99 triliun,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja usia sekolah. Melalui program ini, pemerintah berupaya menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan gizi nasional secara berkelanjutan.
