Bekasi, HarianJabar.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Siti Nurjanah, menyampaikan rasa prihatin atas kasus kekerasan dan perundungan (bullying) yang baru-baru ini terjadi di wilayahnya.
“Saya yang jelas, pastinya sangat menyesali, dan turut bersedih, turut prihatin ya dengan korban, karena pastinya saya merasakan bagaimana saya juga punya anak,” ujar Siti kepada Radar Bekasi, Jumat (21/11/2025).
Siti menekankan bahwa kasus kekerasan ini harus menjadi perhatian serius karena persoalan bullying di Kota Bekasi masih kerap terjadi, layaknya fenomena gunung es yang hanya terlihat sebagian.
“Persoalan ini pastinya juga menjadi perhatian, karena masalah bullying ini seperti gunung es. Saya sih memandang pertama, pemerintah kota sudah cukup responsif ya, terkait dengan masalah bullying,” tambahnya.
Menurut Siti, upaya penanganan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga orang tua, guru, dan masyarakat luas. Ia menyoroti perlunya edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan agar anak-anak dapat memahami batasan dan dampak dari perilaku kekerasan atau perundungan.

Siti juga mendorong adanya program pembinaan karakter di sekolah, serta mekanisme pelaporan yang mudah dan aman bagi korban bullying. Dengan demikian, kasus perundungan dapat ditangani lebih cepat, dan anak-anak bisa tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
“Saya berharap semua pihak—pemerintah, sekolah, dan orang tua—bisa bersinergi untuk mencegah bullying dan menanggulangi dampaknya,” pungkasnya.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya perhatian serius terhadap kesejahteraan psikologis anak dan perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih sistematis agar fenomena bullying tidak terus berulang di Kota Bekasi.
