Bandung, HarianJabar.com – Setelah menjadi perhatian publik atas dugaan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, kiper muda asal Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Riski Nur Fadhilah (18), dikabarkan akan segera kembali ke Tanah Air.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memastikan bahwa Fadhil akan tiba di Indonesia pada Sabtu (22/11/2025).
Menariknya, kepulangan ini sekaligus akan menjadi momen klarifikasi bahwa Fadhil bukanlah korban TPPO, melainkan berangkat atas keinginan pribadinya.
“Riski akan kembali dalam kondisi baik. Kami ingin memastikan publik mengetahui bahwa tidak ada unsur TPPO dalam kasus ini. Semua ini atas keputusan dan keinginan Riski sendiri,” ujar Dadang saat ditemui di kantornya, Jumat (21/11/2025).
Kepulangan Fadhil juga menjadi sorotan klub sepak bola lokal yang menaunginya. Pihak klub menyatakan akan mendukung proses adaptasi dan penjelasan Fadhil kepada publik.

“Kami senang Riski kembali dengan selamat. Ini saat yang tepat untuk meluruskan kabar yang beredar dan fokus pada kariernya di sepak bola,” kata manajer klub.
Riski sendiri dikabarkan akan menjalani konferensi pers singkat setelah tiba di Indonesia untuk menjelaskan perjalanan dan keputusan pribadinya. Sumber dekat keluarga menyebutkan bahwa Riski ingin menegaskan bahwa perjalanan ke Kamboja dilakukan untuk pengalaman dan peluang sepak bola, bukan karena paksaan.
Masyarakat dan pecinta sepak bola di Kabupaten Bandung diimbau untuk menyambut kepulangan Riski dengan tenang dan menghormati privasinya. Pemerintah daerah juga menegaskan akan memantau situasi agar semua pihak dapat menyampaikan klarifikasi secara tertib.
Dengan kepulangan ini, diharapkan rumor yang sempat beredar tentang TPPO dapat segera dihentikan, dan Riski bisa kembali fokus pada pengembangan karier sepak bolanya di Indonesia.
