Bekasi, HarianJabar.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mencatat sebanyak 2.456 warga dari berbagai kecamatan harus mengungsi akibat rumah mereka hancur tersapu banjir. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur, Ashadi, mengatakan hingga Rabu (26/11/2025) tercatat sebanyak 920 bangunan rumah mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.
Warga yang terdampak memilih mengungsi ke rumah tetangga, meunasah, atau lokasi yang lebih aman dan tinggi. Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Sungai Raya tercatat 212 warga dari 53 rumah terdampak. Kecamatan Pereulak Timur terdapat lima warga dari satu rumah. Kecamatan Peudawa sebanyak 73 warga dari 20 rumah, sementara Ranto Peureulak menjadi daerah paling parah dengan 2.133 warga terdampak dari 837 rumah. Kecamatan Darul Ihsan satu warga dari satu rumah, dan Kecamatan Simpang Ulim 32 warga dari delapan rumah.
Banjir yang terjadi merupakan akibat hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (20/11/2025) dan menyebabkan beberapa sungai meluap. Ranto Peureulak dan Sungai Raya menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Ketinggian air bahkan mencapai dua meter, sehingga banyak rumah warga terendam hingga hanya terlihat atapnya. Beberapa warga terpaksa naik ke atap rumah menunggu evakuasi, sementara lainnya memilih mengungsi ke meunasah, sekolah, atau pos-pos darurat yang telah disiapkan pemerintah desa.

Evakuasi terus dilakukan oleh tim SAR, BPBD, TNI, dan Polri menggunakan perahu karet maupun perahu kayu milik warga. Arus air yang deras menyulitkan proses penyelamatan, terutama di kawasan padat penduduk seperti Sungai Raya. Selain itu, banjir juga memutus akses jalan utama antar desa, termasuk Jalan Lintas Medan – Banda Aceh di Kecamatan Darul Aman dan Idi Rayeuk. Beberapa kendaraan terjebak karena tidak mampu melintas akibat tingginya air.
Pemerintah setempat menghimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Bantuan logistik, makanan, dan kebutuhan pokok lainnya mulai disalurkan ke pos-pos pengungsian untuk memastikan keselamatan warga terdampak. BPBD Kabupaten Aceh Timur terus memantau debit air dan siap melakukan tindakan cepat jika situasi memburuk.
Banjir ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat Aceh Timur untuk selalu siaga menghadapi musim hujan, menjaga sungai dan saluran air, serta memprioritaskan keselamatan jiwa di atas harta benda.
