Karawang, HarianJabar.com – Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk menuntaskan persoalan mendasar di sektor pendidikan. Mulai dari kekurangan tenaga pendidik, status guru honorer, hingga minimnya ruang belajar yang layak, seluruhnya menjadi prioritas pembenahan demi meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah.
Bupati Aep: Kesejahteraan Guru Jadi Pondasi Perubahan
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari kesejahteraan guru. Menurutnya, tenaga pendidik yang sejahtera akan memberikan dampak langsung pada mutu proses belajar-mengajar.
“Peningkatan kualitas layanan pendidikan harus dimulai dari kesejahteraan guru,” ujar Bupati Aep.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tengah mengupayakan percepatan proses pengangkatan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu agar dapat dirampungkan dalam waktu dekat.
Upaya Mengatasi Kekurangan Guru dan Honorer
Karawang masih menghadapi tantangan kekurangan tenaga pendidik, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah kecamatan dan pelosok. Banyak guru honorer yang selama ini memikul beban besar dengan fasilitas terbatas.

Program percepatan P3K diharapkan mampu:
- Menambah jumlah guru dengan status yang lebih jelas
- Mengurangi ketergantungan pada guru honorer
- Meningkatkan rasa aman dan motivasi kerja tenaga pendidik
“Kami ingin memastikan guru menerima hak dan status yang layak sehingga mutu pendidikan dapat meningkat,” kata Aep.
Pembenahan Ruang Belajar Jadi Agenda Prioritas
Selain status tenaga pendidik, Pemkab Karawang juga menyoroti pentingnya ketersediaan ruang belajar yang layak. Beberapa sekolah masih membutuhkan rehabilitasi ruang kelas, penambahan ruang belajar baru, dan fasilitas penunjang lainnya.
Langkah ini akan diintegrasikan dengan perencanaan anggaran pendidikan dan percepatan pemerataan layanan pendidikan berkualitas.
Harapan Baru untuk Pendidikan Karawang
Dengan berbagai program yang sedang dijalankan, Pemkab Karawang berharap kualitas pendidikan dapat meningkat secara menyeluruh—baik dari sisi tenaga pendidik, sarana prasarana, maupun lingkungan belajar.
