Pangandaran, HarianJabar.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, menekankan pentingnya penataan kawasan wisata bahari secara disiplin di Pangandaran. Menurut Susi, seluruh pihak, baik masyarakat, pengelola wisata, maupun aparat terkait, harus mematuhi aturan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
“Kalau tidak dipisah, saya tidak bisa bayangkan bagaimana kroditnya. Kemungkinan orang terbentur perahu itu sangat membahayakan pengunjung,” ujar Susi di Ciborok Pantai Barat Pangandaran, Selasa (25/11/2025).
Pemisahan Zona Berenang dan Zona Perahu
Susi menegaskan pemisahan antara zona berenang dan zona perahu sangat penting, khususnya di musim liburan. Menurutnya, tanpa batasan yang jelas, kawasan wisata berpotensi semrawut dan menimbulkan kecelakaan laut.
“Semua pengunjung harus bisa menikmati laut dengan aman. Pengaturan jalur berenang dan jalur perahu harus tegas,” tambahnya.
Pengaturan ini juga menjadi langkah preventif untuk memastikan wisatawan keluarga dan anak-anak dapat menikmati pantai tanpa risiko cedera.

Sorotan Pantai Timur Pangandaran
Selain Pantai Barat, Susi menyoroti Pantai Timur Pangandaran, yang kondisinya semakin kumuh akibat banyak keramba jaring apung (KJA) dan perahu yang beroperasi di perairan tersebut. Padahal, kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari karena perairannya tenang dan cocok untuk diving, snorkeling, dan aktivitas air lainnya.
“Kawasan ini sebenarnya memiliki potensi besar untuk wisata bahari, tapi kondisi yang kumuh mengurangi kenyamanan wisatawan,” kata Susi.
Langkah Strategis dan Keselamatan Wisatawan
Susi menekankan penataan kawasan wisata bahari bukan sekadar soal estetika, tetapi juga keselamatan pengunjung dan kelancaran aktivitas wisata. Pemisahan jalur berenang dan perahu, pengaturan keramba jaring apung, serta penertiban perahu yang beroperasi di kawasan wisata menjadi kunci agar Pangandaran tetap menjadi destinasi unggulan selama libur akhir tahun.
Selain itu, Susi mendorong masyarakat setempat untuk aktif menjaga lingkungan pantai, mengelola sampah, dan memastikan fasilitas pendukung wisata seperti toilet umum, pos keamanan, dan rambu peringatan tersedia.
“Wisata bahari itu harus aman, nyaman, dan bersih. Semua pihak harus disiplin supaya Pangandaran bisa menjadi contoh destinasi wisata unggulan,” ujarnya menutup.
