Bekasi, HarianJabar.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Menurutnya, investasi pada ide dan inovasi merupakan satu-satunya bentuk investasi yang produktivitasnya tidak akan pernah menurun.
“Investasi pada ide dan inovasi tidak pernah turun produktivitasnya. Semakin banyak orang memanfaatkannya, nilai tambahnya justru meningkat,” ujar Stella dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/11).
Ia mencontohkan inovasi besar dunia, seperti algoritma pencarian Google, yang lahir dari penelitian kampus. Temuan tersebut membuktikan bagaimana ekosistem riset di perguruan tinggi mampu memicu lonjakan ekonomi global hingga bernilai triliunan dolar setiap tahun.
Pemerintah, kata Stella, tengah memperkuat fondasi riset nasional agar kampus-kampus di Indonesia mampu bersaing di panggung internasional. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah peningkatan signifikan anggaran riset.

“Presiden Prabowo telah meningkatkan dana riset hingga 218 persen untuk insentif finansial peneliti, demi competitiveness dan ide-ide baru,” ujarnya.
Stella menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika perguruan tinggi melahirkan riset berkualitas. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah dengan maksimal, memperdalam teori ekonomi, dan mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
“Inovasi, pengetahuan, dan sumber daya manusia yang terlatih adalah kunci untuk menghindari stagnasi ekonomi. Riset perguruan tinggi harus menghasilkan ide baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.
Dengan dorongan ini, diharapkan perguruan tinggi Indonesia tidak hanya menjadi tempat pengajaran, tetapi juga pusat inovasi yang mampu mencetak riset-riset unggulan dengan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
