Bekasi, HarianJabar.com – PT Pertamina Gas (Pertagas), yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina, kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya sadar risiko di seluruh lini bisnis perusahaan. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Risk Management Forum (RMF), agenda strategis tahunan yang telah menjadi wadah utama bagi para pemangku kepentingan terkait penguatan manajemen risiko.
Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina Gas, Muhammad Suryadi, menuturkan bahwa RMF memiliki peran strategis dalam mengembangkan budaya risiko yang berkelanjutan. Forum ini mempertemukan para Risk Owner, Leader, dan berbagai pemangku kepentingan Pertagas Group untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta memperdalam pemahaman terkait penerapan manajemen risiko yang adaptif.
“RMF kali ini merupakan agenda kedua pada tahun 2025. Pertagas meyakini forum ini sangat penting untuk memperkuat kolaborasi, memperluas wawasan, dan menumbuhkan budaya manajemen risiko yang adaptif di seluruh rantai bisnis Pertamina Group,” ujar Suryadi, Kamis (27/11/2025).
Lebih lanjut, Suryadi menjelaskan bahwa RMF bukan sekadar ajang berbagi praktik terbaik, namun juga sarana untuk menyiapkan organisasi yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Sejak pertama kali digelar pada 2016, RMF terus berkembang baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas diskusi yang dihadirkan.
Saat ini, RMF tidak hanya melibatkan Pertagas Group, tetapi juga Subholding Gas hingga Pertamina Group. Acara digelar secara luring dan daring untuk memperluas keterlibatan insan Pertamina di berbagai wilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Setiap tahun, RMF menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan industri, regulator, hingga manajemen. Hal ini penting untuk memberikan perspektif yang lebih luas sekaligus menjadi benchmark dalam penerapan manajemen risiko, khususnya di sektor hilir gas,” tambah Suryadi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, RMF mengusung tema “Business Continuity Through Smart Asset Integrity”, yang mencerminkan komitmen Pertagas untuk meningkatkan keandalan infrastruktur gas, memanfaatkan teknologi kompetitif, serta memastikan kesinambungan bisnis bagi para pengguna infrastruktur gas (shipper) maupun penyedia layanan (transporter).
RMF 2025 dibuka oleh Direktur Utama PT Pertamina Gas, Indra P. Sembiring, serta menghadirkan pembicara kunci Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, yang membahas integrasi tata kelola dan manajemen risiko integritas aset sebagai landasan penciptaan nilai berkelanjutan.
Tidak hanya itu, acara juga diisi oleh para pakar di bidangnya, antara lain:
- Arief Wardono, Komite BPH Migas, yang membawa perspektif regulasi dalam menjamin integritas aset dan keselamatan publik.
- Dr. Risman Adnan, praktisi dan ahli Artificial Intelligence (AI), yang mengulas pemanfaatan AI dalam mengoptimalisasi pengelolaan risiko secara prediktif menuju smart integrity.
- Eri Surya Kelana, Direktur Manajemen Risiko PT Perusahaan Gas Negara Tbk, yang membahas pentingnya budaya risiko dan keunggulan operasional untuk memperkuat ketahanan infrastruktur gas.
Suryadi menegaskan bahwa pengelolaan bisnis di sektor migas memiliki risiko tinggi, sehingga Pertagas sebagai perusahaan yang mengelola infrastruktur energi terintegrasi harus memastikan upaya mitigasi dilakukan secara konsisten. “Mitigasi risiko adalah kunci untuk menjaga keandalan operasional bisnis secara berkelanjutan,” tegasnya.
Pertagas menutup forum dengan menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga keandalan infrastruktur energi demi mendukung ketahanan energi nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
