Subang, HarianJabar.com – Di usia 75 tahun, Amah harus menjalani kehidupan sehari-hari dalam kondisi yang sulit dan memprihatinkan. Perempuan lansia ini tinggal di Desa Kedawung, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, di sebuah rumah yang tidak layak huni.
Selama bertahun-tahun, kondisi rumah dan kehidupan Amah menjadi perhatian warga sekitar. Bersama beberapa orang lain, Amah menghadapi keterbatasan ekonomi dan fasilitas dasar, sehingga kehidupannya bergantung pada bantuan tetangga dan warga sekitar.
“Kita sering membantu Amah dengan makanan dan kebutuhan sehari-hari, tapi rumahnya tetap memprihatinkan,” ujar seorang warga Desa Kedawung.
Tantangan Lansia di Desa Kedawung
Kondisi Amah mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak lansia di pedesaan, terutama yang hidup di bawah garis kemiskinan. Beberapa masalah yang dialami antara lain:
- Rumah tidak layak – Struktur bangunan tua, lantai rusak, dan fasilitas minim.
- Keterbatasan akses kesehatan – Lansia membutuhkan pemeriksaan rutin, tetapi akses terbatas.
- Keterbatasan ekonomi – Pendapatan kecil atau bergantung pada bantuan warga dan pemerintah.

Harapan Bantuan dan Perhatian Pemerintah
Warga berharap pemerintah daerah dan organisasi sosial dapat turun tangan untuk membantu Amah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Program rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi lansia.
- Bantuan sosial rutin, termasuk makanan, obat-obatan, dan kebutuhan sehari-hari.
- Pendampingan kesehatan dan psikososial agar lansia tetap bisa menjalani kehidupan layak dan sehat.
“Setiap lansia berhak hidup layak. Semoga pemerintah Kabupaten Subang dapat segera memberikan bantuan untuk Amah,” ujar tokoh masyarakat setempat.
Kisah Amah menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah akan pentingnya perhatian terhadap lansia, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan.
