Bandung Barat, HarianJabar.com – Kuota haji untuk Kabupaten Bandung Barat pada keberangkatan 2026 mendatang turun drastis menjadi 195 orang, jauh menurun dibandingkan kuota tahun sebelumnya yang mencapai 1.066 orang.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, meminta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bandung Barat untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keputusan dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Hal ini penting agar tidak timbul kesalahpahaman atau spekulasi di kalangan calon jamaah haji.
“Kami berharap masyarakat memahami bahwa penurunan kuota ini merupakan kebijakan nasional, dan semua pihak harus menyosialisasikannya dengan jelas agar calon jamaah tidak bingung,” ujar Asep.

Alasan Penurunan Kuota Haji
Penurunan kuota haji biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait kapasitas jamaah haji.
- Distribusi kuota antar daerah di Indonesia agar lebih merata.
- Tingkat antrean dan persiapan layanan haji dari pemerintah Indonesia.
Dengan kuota yang lebih sedikit, calon jamaah disarankan untuk lebih awal mendaftar dan mengikuti mekanisme pendaftaran resmi melalui Kemenag Bandung Barat.
Pentingnya Sosialisasi ke Masyarakat
Wakil Bupati menekankan agar Kemenag Bandung Barat aktif menginformasikan prosedur pendaftaran, kuota yang tersedia, serta estimasi waktu tunggu bagi calon jamaah haji. Langkah ini bertujuan untuk menghindari miskomunikasi dan kepanikan masyarakat terkait keberangkatan haji.
Optimisme Masyarakat Meski Kuota Turun
Meski kuota turun signifikan, pemerintah daerah tetap optimistis masyarakat akan tetap memahami kebijakan ini. ASN dan pihak terkait diharapkan bekerja sama agar proses pendaftaran haji 2026 tetap transparan, tertib, dan jelas bagi semua calon jamaah.
