Bekasi, HarianJabar.com – Warga Ampera, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, menghentikan langkah Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi alias KDM, di salah satu hotel di Kabupaten Cirebon, Kamis malam (27/11/2025).
Pantauan Radarcirebon.com, awalnya warga mengetahui kehadiran KDM di hotel tersebut dalam rangka menghadiri kegiatan pelantikan dan pengukuhan Kadin Jawa Barat.
Saat KDM keluar dari aula menuju mobil, warga Ampera langsung mendekatinya. Meski mendapat pengamanan ketat, KDM menerima berkas berisi bukti kasus yang dialami warga. Tidak banyak bicara, KDM langsung menuju mobil setelah menerima dokumen tersebut.
“Tadi ke KDM menyerahkan data bukti bahwa tanah kita diblokir oleh Pemprov Jabar selama 13 tahun. Jadi warga minta tolong KDM untuk bisa membuka blokir tanah 133 kepala keluarga warga Ampera. Itu yang kami harapkan pak KDM bisa membantu,” ujar Asep, Ketua RW02 Gunung Sari Dalam, Kota Cirebon, usai menemui KDM.

Di tempat yang sama, Arisandi Irawan, salah satu warga Ampera, mengaku belum puas bertemu dengan KDM.
“Karena waktunya sangat sempit sekali, tadi kami tidak bisa bicara banyak dengan KDM. Jadi kami belum puas,” ucapnya.
Menurut Arisandi, KDM kepada masyarakat hanya menanyakan siapa yang menjabat Gubernur Jawa Barat saat ini.
“Tadi kepada kami Pak KDM cuma bilang ‘ini kan sudah lama, bukan kami kan (yang menjabat gubernur)’,” kata Arisandi menirukan KDM.
“Meski KDM bilang begitu, tapi kan siapa yang duduk di sana (gubernur) kita tidak memikirkan siapa yang duduk di sana, tapi siapa yang menjabat saat itu. Tadi kami diarahkan ke sekretaris pribadinya,” imbuhnya.
Warga berharap agar berkas yang mereka serahkan bisa segera ditindaklanjuti, terutama terkait pemblokiran tanah yang berdampak pada ratusan kepala keluarga di Ampera.
