Kemayoran, HarianJabar.com – Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo, mengungkapkan bahwa korban meninggal akibat kebakaran rumah toko (ruko) di Kemayoran, Jakarta Pusat, telah mencapai 22 orang. Dari total korban, terdapat 7 laki-laki dan 15 wanita yang saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk proses lebih lanjut.
Menurut Susatyo, pihak RS Polri telah memproses administrasi korban, termasuk permintaan visum, agar memudahkan keluarga ketika mengambil jasad. Selain itu, posko juga telah didirikan di lokasi untuk membantu keluarga korban dan memberikan informasi terkait proses pemulangan jenazah.
Selain penanganan korban, tim laboratorium forensik (Labfor) Polri sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari penyebab kebakaran. Dugaan sementara kebakaran diduga akibat terbakarnya baterai drone yang ada di dalam ruko. Namun, pihak kepolisian menegaskan penyebab pasti masih dalam penyelidikan dan tim Labfor terus bekerja untuk menemukan titik api pertama serta penyebab kebakaran secara menyeluruh.

Susatyo juga meminta masyarakat untuk bersabar sambil menunggu hasil penyelidikan Labfor. “Mohon waktunya agar Tim Labfor bisa segera menangani dan mengetahui titik sumber api pertama dari kebakaran ini,” ujarnya.
Kebakaran ini menjadi perhatian publik karena menelan korban jiwa cukup banyak. Langkah cepat dari kepolisian dan RS Polri dalam menangani korban serta koordinasi dengan keluarga di posko diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan mempercepat proses identifikasi jenazah.
Selain itu, dugaan penyebab kebakaran yang melibatkan baterai drone menjadi sorotan terkait risiko keselamatan dari perangkat elektronik berenergi tinggi yang digunakan di rumah atau toko. Kepolisian masih menunggu hasil investigasi Labfor untuk memastikan langkah hukum dan tindakan pencegahan ke depan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan kebakaran di kawasan padat penduduk seperti ruko, terutama dalam penyimpanan perangkat elektronik dan bahan mudah terbakar. Langkah cepat tim penanganan darurat diharapkan dapat meminimalkan dampak serupa di masa depan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait potensi risiko kebakaran.
