HARIAN JABAR, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah viralnya video ribuan unit motor listrik berstiker Badan Gizi Nasional (BGN). Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dirinya sempat menolak usulan anggaran pengadaan kendaraan operasional tersebut pada tahun lalu.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa fokus utama anggaran MBG seharusnya dialokasikan untuk pemenuhan gizi masyarakat, bukan untuk pengadaan sarana pendukung yang menyedot anggaran besar.
Menurut Purbaya, pengadaan kendaraan operasional belum menjadi urgensi di tengah kondisi APBN per Maret 2026 yang mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun (0,93% dari PDB). Ia pun mengaku heran mengapa usulan motor dan komputer yang sebelumnya ia tolak justru bisa terealisasi pada tahun anggaran ini.
“Fokusnya harusnya utama untuk makanan. Saya akan cek lagi dokumennya, karena tahun lalu pernah diajukan dan saya tolak,” ujar Purbaya.
Ia menambahkan bahwa anggaran BGN menjadi salah satu pos belanja yang paling menonjol dan berkontribusi pada peningkatan defisit negara di awal tahun 2026.
Di sisi lain, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait pengadaan tersebut. Ia membenarkan adanya pengadaan motor listrik yang dimulai sejak Desember 2025 untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.
Dadan juga menepis kabar burung yang menyebutkan jumlah motor mencapai 70.000 unit. Berdasarkan data resmi, jumlah motor listrik yang direalisasikan adalah 21.801 unit dari total rencana 25.000 unit.
“Motor tersebut saat ini masih dalam proses pendataan sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum nantinya didistribusikan ke daerah-daerah,” jelas Dadan.
Langkah ini diklaim sebagai upaya memastikan kesiapan teknis pelaksanaan program MBG agar tepat sasaran di seluruh pelosok Indonesia.
