HARIAN JABAR, BEKASI – Proyek pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan positif. Dua bulan pasca pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking), proyek strategis ini kini telah merampungkan tahap uji tiang pancang (test piles).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengonfirmasi bahwa tahapan pengerjaan berjalan sesuai jadwal. Pria yang akrab disapa Ara tersebut menjelaskan bahwa pembersihan lahan (land clearing) telah dieksekusi sejak awal tahun.
“Kita sudah melalui dua tahap. Land clearing (dilakukan) Januari sampai Februari. Groundbreaking-nya baru bulan Maret. Jadi tahapan berikutnya, test piles sudah selesai,” ungkap Ara saat meninjau lokasi proyek di Meikarta pada Selasa (6/5/2026), melansir laporan Detikcom.
Dari sisi legalitas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi turut mengawal kelancaran proyek hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini. Plt Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memastikan bahwa seluruh berkas kelengkapan telah terpenuhi.
“Alhamdulillah perizinan sedang berproses. Sekarang lagi di (Dinas) Cipta Karya. Jadi hingga saat ini (persyaratan) sudah 100 persen selesai dan sedang jalan,” terang Asep.
Terkait pengerjaan konstruksi, Bos Lippo Group, James Riady, menyebutkan bahwa pembangunan fisik akan mulai dikebut pada Juli atau Agustus mendatang. Sementara itu, mekanisme distribusi hak milik bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan dibahas pada September tahun ini.
James menargetkan agar serah terima unit untuk tahap pertama bisa terealisasi dalam dua tahun ke depan. “Targetnya kan Agustus 2028 itu selesai tahap pertama, dan mulai serah terima,” tuturnya.
Berdasarkan data di lapangan, kawasan proyek yang berlokasi di dekat Gerbang Tol Cibatu ini sudah diramaikan oleh aktivitas alat berat. Terdapat sekitar 8 ekskavator dan 2 mobile crane yang dioperasikan untuk memasang tiang pancang. Saat ini, sebanyak 1.836 dari total 8.602 tiang pancang telah ditanam, dengan target penyelesaian pemancangan tahap pertama pada Juli 2026 sebelum struktur fisik gedung didirikan.
Sebagai informasi, dalam megaproyek ini Lippo Group berperan sebagai pihak yang menghibahkan lahan seluas 11,3 hektare untuk pembangunan tahap pertama, sementara pembiayaan dan pengerjaan sepenuhnya dipegang oleh negara.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, sebelumnya menuturkan bahwa pihaknya menyiapkan alokasi dana sekitar Rp14 triliun hingga Rp16 triliun. Investasi besar tersebut diproyeksikan untuk membangun 18 menara setinggi 32 lantai, yang mampu menampung sekitar 47 ribu unit hunian dari total target keseluruhan sebanyak 140 ribu unit di area seluas 30 hektare.
