Tasikmalaya, HarianJabar.com – Bupati Tasikmalaya mengambil langkah serius untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan gadget. Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian pemerintah daerah meningkat terkait tingginya paparan konten negatif di kalangan anak dan remaja.
Bupati menjelaskan bahwa aturan baru ini nantinya akan mengatur batasan waktu penggunaan gadget, jenis konten yang bisa diakses, dan pengawasan orang tua atau wali. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan digital yang aman sekaligus mendukung perkembangan anak secara sehat.

“Kita tidak melarang anak menggunakan gadget sepenuhnya, tetapi perlu ada pengaturan agar mereka tidak terpapar konten negatif. Kita ingin anak-anak tetap cerdas digital,” ujar Bupati Tasikmalaya, Senin (9/9).
Strategi Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas pendidikan, Kominfo, hingga organisasi masyarakat, untuk menyosialisasikan aturan ini. Selain itu, program edukasi bagi orang tua tentang cara memantau aktivitas digital anak juga akan digencarkan.
Bupati menambahkan, aturan ini diharapkan tidak hanya berlaku di rumah, tetapi juga di sekolah dan fasilitas publik, sehingga anak-anak mendapat pengawasan yang konsisten.
Reaksi Publik dan Orang Tua
Langkah Bupati Tasikmalaya ini mendapat respon positif dari sebagian masyarakat. Banyak orang tua menyambut baik inisiatif tersebut karena membantu mereka mengontrol penggunaan gadget anak yang semakin intens. Namun, beberapa orang menekankan pentingnya sosialisasi dan pembimbingan agar aturan tersebut diterapkan secara tepat dan tidak menimbulkan resistensi dari anak-anak.
Pemerintah daerah menegaskan, aturan ini bersifat edukatif, bukan represif, dengan tujuan utama menjaga anak-anak tetap sehat secara fisik, mental, dan sosial dalam era digital.
